Menggelar kegiatan di alam terbuka kini sudah menjadi trend di masyarakat. Di sekolah-sekolah, lembaga-lembaga pendidikan, kantor-kantor swasta maupun pemerintah sudah banyak yang menerapkan metode tersebut. Tujuannya bermacam-macam, mulai dari hanya sebatas refreshing hingga meningkatkan produktivitas dan kinerja. Kegiatan seperti outbound, camping dan gathering yang telah disisipkan materi pembelajaran dan pelatihan memang membawa suasana berbeda bagi setiap pesertanya. Metode pembelajaran outdoor  juga diyakini lebih efektif dibandingkan metode belajar di kelas atau indoor yang seringkali membosankan.

trend kegiatan karyawan di alam terbuka

Pembelajaran secara outdoor  akan membawa peserta berinteraksi dengan alam. Dari interaksi tersebut akan diperoleh keselarasan antara materi pembelajaran dengan lingkungan sekitar. Dengan demikian peserta akan mendapatkan ilmu dari pengalaman nyata  sehingga materi pembelajaran lebih mudah dipahami dan akan selalu diingat.

contoh latihan menantang di alam terbuka

Ahli pendidikan David Hopkins and Putman menilai bahwa aktivitas di alam terbuka bisa dijadikan sebagai media untuk pelatihan dan pendidikan. Ia menganggap istilah ‘Outdoor Activity for Education’ cukup tepat, karena dalam melakukan aktivitas tersebut ada 3 formula yang saling berkaitan yaitu :

  1. Petualangan dan tantangan (adventure / challenge)
  2. Alam terbuka (outdoor)
  3. Pendidikan (education)

Dari ketiga formula tersebut, setiap peserta akan mengalami situasi fisik yang unik seperti ketinggian, kedalaman, keluasan, panas, lembab dan dingin. Selain itu mereka juga akan berhadapan pada lingkungan sosial yang unik seperti teman seperjalanan serta masyarakat sekitar.

kegiatan camping siswa di anyer

Di Indonesia, pendidikan alam terbuka bagi masyarakat sipil (non militer) mulai muncul tahun 1964. Saat itu ada sekelompok anak muda yang menggelar sebuah pendidikan dan pelatihan di alam dengan konsep “belajar seumur hidup” serta berpedoman pada :
  1. Cara bertahan hidup (survival)
  2. Mencapai tujuan tertentu dengan cara menantang (rock climbing, mountanering, rafting, dll)
  3. Menolong orang lain (search and rescue)
  4. Menciptakan kebersamaan (esprit de corps)  

Disadari atau tidak, semua itu merupakan upaya meningkatkan kualitas fisik dan mental dalam mempersiapkan dan menghadapi tantangan hidup yang sudah pasti akan dirasakan semua orang. Setiap peserta dapat merasakan bagaimana harus menjawab setiap permasalahan yang muncul dari alam itu sendiri sehingga mereka akan merasakan petualangan. Semua pengalaman itu akan memberi arti dan makna bagi setiap peserta.

latihan ketahanan fisik di alam terbuka Jika peserta dapat merasakan arti dan makna dari yang sudah dijalankan melalui petualangan di alam terbuka maka diharapkan mereka tak lagi hanya menyalurkan hobi tetapi juga proses pembelajaran. Dan seperti yang sudah disampaikan diatas bahwa pendidikan yang berkonsep belajar langsung dari pengalaman nyata akan lebih menyenangkan, lebih lama untuk diingat dan mempermudah penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *