Tidak ada yang bisa dikatakan baik-baik saja selama bumi ini masih terus berduka. Tidak ada yang bisa dikatakan baik-baik saja selama nyawa masih berjatuhan atas sebab yang jelas, yaitu wabah penyakit. 

Di tengah ketakutan dan kegelisahan manusia akibat pandemi global saat ini, Ramadhan datang menawarkan semangat dan harapan khususnya bagi umat muslim. Semangat dan harapan itu dapat dijalani melalui kekuatan dan semangat keimanan yang direfleksikan dalam bentuk ketaatan memenuhi perintah Allah SWT di bulan suci Ramadan. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Ramadhan kali ini sungguh sangat berbeda. Beberapa kebiasaan yang kita lakukan di dalam ibadah Ramadhan selama ini, juga perlu diadaptasi dengan kekhususan. Namun hal itu tentu saja jangan menjadi kendala untuk tetap fokus dan khusyuk dalam menjalankan setiap ibadah. Namun bagaimana caranya supaya semangat menyambut Ramadhan tetap menggema di hati umat muslim? 

Berikut beberapa tipsnya :

1. Tetap menghindari kerumunan

Sebagai pencegahan menyebarnya pandemi covid-19 maka seluruh masyarakat dihimbau untuk menghindari kerumunan. Pemerintah juga menghimbau apabila tidak terlalu penting tak usah keluar dan tetap berada di rumah.

2. Buka bersama dengan keluarga

Buka puasa bersama keluarga merupakan momentum paling berharga, keakraban dan kekeluargaan lebih terasa lebih hangat. Dengan adanya pandemi covid-19 disarankan untuk berbuka puasa di rumah saja tidak perlu keluar rumah termasuk menggelar acara buka puasa bersama.

3. Ibadah di rumah masing-masing

Menjalankan ibadah di rumah biasanya akan lebih khusyuk, mulai dari ibadah shalat tarawih, shalat malam, membaca Al Quran, hingga merekatkan hubungan antar-anggota keluarga. Hikmah yang bisa kita ambil dari pandemi covid-19 adalah menjadikan rumah sebagai pusat ibadah sementara.

Ketiga tips di atas yang juga merupakan himbauan dari pemerintah untuk mencegah semakin meluasnya wabah, dapat menambah semangat dalam beribadah. Atas himbauan tersebut, muslim yang baik wajib menaatinya untuk kebaikan bersama. Adalah penting untuk tetap yakin bahwa dengan perbedaan cara menjalankan ibadah di bulan suci tahun ini, adalah ujian kita untuk menjadi muslim yang lebih baik lagi.  Lekas Pulih Bumiku!!! 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *