Sejak memasuki dunia pendidikan anak-anak dituntut untuk belajar dan belajar sehingga waktu bermain sedikit berkurang apalagi jika setelah pulang sekolah masih ikut les mata pelajaran maupun non akademik. Sehingga tidak bisa dipungkiri bahwa anak seringkali mengeluh dan jenuh saat berada di rumah. Saat kondisi sudah seperti itu orang tua harus memperhatikan betul apa yang dibutuhkan seorang anak, berikan ruang kebebasan anak untuk mengekspresikan dirinya seperti memberi kebebasan anak untuk bermain.

Bagi anak bermain merupakan dunia yang dapat membuat mereka kembali ceria, setelah mendapat keseriusan dalam belajar secara formal. Perlu kita pahami bahwa bermainnya anak-anak merupakan proses mereka belajar tentang segala hal termasuk belajar bersosialisasi. Tekanan-tekanan yang mereka dapati dari aktivitas keseharian mereka baik itu berupa belajar secara formal maupun dari lingkungan keluarga. Biarkan anak bersosialisasi dengan teman-temannya lewat bermain karena dengan bermain dapat melatih imajinasi anak dan membuat anak menjadi kreatif.

Orang tua harus tahu bahwa saat ini banyak sekali wisata yang memiliki wahana permainan yang berkonsep edukasi dimana saat bermain anak bisa sambil belajar. Berikut beberapa kegiatan yang dilakukan anak ketika bermain sambil belajar.

1. Melukis kaos berfungsi sebagai media belajar dan alat permainan

Belajar sambil bermain inilah istilah yang tepat bagi anak-anak saat ini, melalui pelatihan  melukis kaos seorang anak bisa mengembangkan kreativitas dan membangun imajinasi dengan bermediakan kaos, kuas, cat warna, gambar untuk dijiplak setelah itu anak bebas berimajinasi. Kadang-kadang saat anak melukis kaos tidak untuk mengutarakan pendapat melainkan juga untuk bermain.

Warna yang dianggap menarik diperlakukan sebagai alat atau media permainan dengan jalan mencampur warna satu dengan warna yang lain sehingga menjadi gelap dan sulit membedakan satu dari yang lain kemudian mengombinasikan warna satu dengan warna lainnya, dan yang terakhir menambah bentuk dengan bentuk baru, warna baru (mewarnai) atau menempel dengan bahan lain. Kegiatan yang dilakukan anak merupakan kegiatan yang wajar sebagai alat bermain namun anak tetap bisa belajar dalam mengasah ingatan, kreativitas, mencurahkan perasaan, sebagai alat untuk bercerita, dan belajar keseimbangan.

2. Mengenal alam lewat berkebun

Agro sawah di citra alam riverside

Saat ini banyak sekali sekolah-sekolah paud maupun TK yang memanfaatkan wisata edukasi sebagai wahana dalam mendidik anak supaya lebih dekat dengan alam sekaligus bermain. Anak-anak dapat berpartisipasi secara langsung ke dalam membajak sawah, menanam padi, penyiraman tanaman, memetik sayur, mengenal jenis tanaman obat bahkan belajar berbagai teknik pengomposan. Anak-anak juga belajar mengenai alam pada saat berinteraksi serta bekerja di kebun.

Perlu orang tua tahu terlebih dulu, bahwasannya berkebun ini mampu mendorong pengembang kebiasaan dan juga sikap mencintai lingkungan yang bisa sebabkan menciptakan masa depan berkelanjutan. Dengan habiskan waktu di kebun, maka anak-anak akan mendapat sebuah pengalaman untuk bisa belajar mengenai dari mana makanan berasal dan juga belajar mengenai siklus alam yang lebih baik lagi. Tak hanya itu saja, berkebun juga mampu mendorong anak untuk berhubungan dengan dirinya sendiri dan lingkungan. Kegiatan berkebun ini juga memungkinkan anak mendapat pengalaman penuh dengan dunia sekitar, serta belajar mengenai bagaimana tanaman bisa tumbuh maupun berkembang dapat mempengaruhi anak dan masa depannya.

3. Fun games menarik

Fun games citra alam riverside

Wisata edukasi selain menyuguhkan wahana-wahana menarik juga memiliki fun games yang dapat dimainkan saat anak-anak mengikuti kegiatan outbound. Saat bermain anak dapat belajar banyak hal seperti belajar melatih konsentrasi, team work, lebih dekat dengan teman, keseimbangan, percaya diri, lebih aktif, komunikatif, dan pastinya anak ceria dan selalu semangat.

Nah, itulah berbagai kegiatan edukatif agar anak dapat bermain sambil belajar. Tidak hanya senang dan menghibur hati anak namun juga dapat meningkatkan kemampuannya sehingga ia akan tumbuh dengan cerdas, pintar dan kreatif.

 

*) dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *