Dibandingkan ibadah lainnya, ibadah puasa memiliki kelebihan karena sifatnya yang pribadi dan tersembunyi sehingga disebut sebagai ibadah rahasia. Meski di bulan Ramadhan seluruh umat muslim di dunia menjalani ibadah puasa karena hukumnya wajib, namun sebenarnya hanya individu bersangkutan dan Tuhan lah yang mengetahui ibadah puasanya.

Ditengah situasi Pandemi global saat ini, umat islam di seluruh dunia tetap mempersiapkan Ramadhan sebagai momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbaiki amal ibadah, disamping menjalankan kewajiban berpuasa selama 1 bulan penuh. 

Dalam kondisi yang berbeda, luar biasa namun istimewa di tahun 2020 ini, Ramadhan akan berlangsung tanpa kesibukan di luar rumah. Peraturan untuk tetap menjaga jarak fisik dan sosial akan membuat sejumlah kebiasaan atau ritual ibadah tidak bisa dijalankan seperti pada bulan-bulan Ramadhan sebelumnya. 

Justru disinilah letak ujian kesabaran dan pengendalian diri yang sebenarnya. Disitulah momentum bagi setiap manusia untuk memperbaiki karakter dirinya.

Menurut pengisi kolom kajian islam di sebuah surat kabar nasional DR HM Harry M Zein, bulan Ramadhan sebenarnya memiliki nilai dan maksud sangat mulia yang tidak hanya terbatas pada pembentukan pribadi yang shaleh tetapi juga membentuk karakter building sebuah masyarakat (bangsa) yang saleh dan kokoh. Karena sifatnya yang rahasia itulah maka puasa sarat dengan etika kesalehan sosial yang sangat tinggi seperti pengendalian diri, disiplin, kejujuran, kesabaran, solidaritas serta saling tolong menolong.

Jika dikaitkan dengan pembentukan karakter bangsa,  puasa akan melahirkan manusia-manusia yang memiliki prinsip tangguh, kesabaran, keikhlasan dan tidak pantang menyerah serta mempunyai solidaritas dan saling mengasihi satu sama lain. Apalagi sekarang ini, prinsip-prinsip tersebut masih luntur (bahkan sudah menghilang) di sebagian masyarakat Indonesia. Hal itulah yang dikhawatirkan akan semakin menjauhkan kita dari kehidupan berbangsa dan bernegara seperti yang sudah menjadi cita-cita luhur para pendiri bangsa. 

Padahal hakikatnya Allah SWT menciptakan manusia adalah agar saling mengasihi dan tidak bersifat egois. Dengan dibekali akal pikiran yang sehat serta hati nurani jernih, manusia diharapkan mampu menjadi pengayom yang adil terhadap semua makhluk hidup di muka bumi. Bukan malah merusak dan menghancurkan makhluk hidup.

Kondisi apapun yang terjadi di dunia saat pandemi global ini tentu tidak terlepas dari campur tangan  Allah  yang memiliki sifat Maha Kuasa dan Maha Perkasa. Namun demikian dengan sifat Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Allah juga tidak akan membiarkan umat manusia berada dalam kesusahan. Sebab tidak ada ujian diberikan diluar batas kemampuan manusia untuk mengatasinya.  

Ketika nilai-nilai kemanusiaan yang arif dan bijak kembali hadir dalam diri setiap manusia maka jati dirinya yang suci dan luhur juga akan kembali. Sehingga bukan mustahil, akan terwujud lagi kehidupan saling berdampingan yang tentram dan damai. Inilah letak ibadah yang menuju sempurna. 

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa, Tetap Sehat Untuk Kesempurnaan Ibadah di bulan suci. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *