Dibandingkan ibadah lainnya, ibadah puasa memiliki kelebihan karena sifatnya yang pribadi dan tersembunyi sehingga disebut sebagai ibadah rahasia. Meski di bulan Ramadhan seluruh umat muslim di dunia menjalani ibadah puasa karena hukumnya wajib, namun sebenarnya hanya individu bersangkutan dan Tuhan lah yang mengetahui ibadah puasanya.

Menurut pengisi kolom kajian islam di sebuah surat kabar nasional DR HM Harry M Zein, bulan Ramadhan sebenarnya memiliki nilai dan maksud sangat mulia yang tidak hanya terbatas pada pembentukan pribadi yang shaleh tetapi juga membentuk karakter building sebuah masyarakat (bangsa) yang saleh dan kokoh. Karena sifatnya yang rahasia itulah maka puasa sarat dengan etika kesalehan sosial yang sangat tinggi seperti pengendalian diri, disiplin, kejujuran, kesabaran, solidaritas serta saling tolong menolong.

Sementara jika dikaitkan dengan pembentukan karakter bangsa, mantan Ketua PBNU Said Aqil Siraj mengatakan bahwa melalui puasa akan melahirkan manusia-manusia yang memiliki prinsip tangguh, kesabaran, keikhlasan dan tidak pantang menyerah serta mempunyai solidaritas dan saling mengasihi satu sama lain.

Namun sayangnya saat ini prinsip-prinsip tersebut terkesan luntur (bahkan menghilang) di sebagian besar masyarakat Indonesia. Padahal hakikatnya Allah SWT menciptakan manusia adalah agar saling mengasihi dan tidak bersifat egois. Dengan dibekali akal pikiran yang sehat serta hati nurani jernih, manusia diharapkan mampu menjadi pengayom yang adil terhadap semua makhluk hidup di muka bumi. Bukan sebaliknya malah merusak dan menghancurkan makhluk hidup.

Jika nilai-nilai kemanusiaan yang arif dan bijak kembali hadir dalam diri setiap manusia maka jati dirinya yang suci dan luhur juga akan kembali dan bukan mustahil lagi akan terwujud kehidupan saling berdampingan yang tentram dan damai.

Dengan media puasa ini manusia diharapkan dapat kembali kepada jati dirinya yang suci dan luhur. Pembentukan serta perbaikan karakter di dalam diri masing-masing juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi interaksinya dengan makhluk lain, sesama manusia, serta berguna untuk dirinya sendiri. Manfaat tersebut baru akan terlihat  nyata apabila dilakukan terus-menerus, tidak hanya selama 1 bulan beribadah saja. Apalagi jika bisa menurun pada generasi selanjutnya. Sebab saat wafat, manusia hanya membawa 3 hal yaitu amal perbuatan, doa anak yang shaleh, serta ilmu yang bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *