Menjadi orang tua adalah harapan setiap orang yang ada di belahan dunia. Betapa bahagianya menjadi orang tua yang bisa menghabiskan waktu bersama serta bisa mendampingi tumbuh kembang anak. Orang tua tentu harus mendampingi anaknya dalam situasi dan kondisi apapun hingga mampu menjadi sosok yang mandiri. Tugas orang tua tentu sangat beragam dan membutuhkan ilmu sebab dengan ilmu dapat mengajarkan kebaikan pada remaja sehingga menjadikan remaja tumbuh menjadi sosok terbaik yang ia bisa capai semaksimal mungkin.

Setiap orang tua mempunyai peranan penting dalam pembinaan anak, agar anak mudah dididik sesuai yang diharapkan. Orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membesarkan dan mendidik anak untuk menjadi pribadi yang baik. Terlebih, meninjau perkembangan anak dan remaja saat ini, banyak sekali anak dan remaja yang melakukan kenakalan, penyalahgunaan narkoba, serta pergaulan bebas. Kenakalan remaja tersebut sebenarnya dapat dicegah dengan pendampingan terhadap tumbuh kembang remaja oleh orang tua. Berikut peran orang tua dalam pendampingan remaja:

1. Menjalin komunikasi sesering mungkin

Sebagai orang tua yang tidak setiap detik bisa mendampingi putra dan putrinya, tidak selamanya bisa mengontrol apa yang diinginkan serta bagaimana pergaulan yang dilakukan di luar sana. Namun kita tidak usah terlalu khawatir tentang hal tersebut, menjalin komunikasi adalah solusi terbaik untuk mengetahui sebagian besar hal tentang mereka. Berilah kesempatan buat anak untuk bercerita dan mencurahkan isi hatinya, karena anak remaja cenderung suka bercerita dibanding mendengarkan. Nah. setelah mereka bercerita, orang tua sebagai pendengar bisa sedikit demi sedikit memberikan saran maupun masukan. Buatlah putra-putri anda sedekat dan senyaman mungkin sehingga mereka tidak merasa kurang perhatian dari kita. Sedangkan untuk orang tua masih bisa mengontrol anak dengan baik.

2. Bekerja sama dengan guru

Selama berada di sekolah guru menjadi orang tua kedua bagi anak-anak sedangkan orang tua sendiri mempunyai sedikit waktu untuk bisa berkomunikasi intensif dengan anak, guru di sekolah menjadi solusi. Artinya orang tua bisa memberikan otoritas kepada sekolah untuk bisa mendidik dan mengarahkan anaknya dengan kesepakatan tertentu. Dengan adanya kesepakatan antara orang tua dan guru, maka pihak sekolah atau guru akan lebih leluasa untuk mengatur dan mengontrol perilaku pada anak yang menginjak masa remaja.

3. Memperkenalkan pada norma dan nilai agama

Agama dan norma menjadi hal paling penting dalam membentengi anak yang mulai menginjak masa remaja dari pergaulan yang melampaui batas. Sebab dalam agama, ada batasan-batasan yang mengatur bagaimana etika bergaul dan bersosialisasi dengan orang lain terutama dengan lawan jenis. Mulai sejak dini perkenalkan anak mengenai ajaran agama karena jika anak sudah mengenal batasan-batasan yang tidak boleh dilakukan berdasarkan agama maka anak akan mudah menghindarkan diri dari hal-hal yang tidak baik.

4. Mengawasi mereka dalam penggunaan gawai

Kecanggihan teknologi di era milenial seperti sekarang ini membawa dampak luar biasa bagi manusia di seluruh dunia terutama pada anak remaja. Meskipun demikian kecanggihan teknologi membawa dampak positif dan negatif bagi anak. Ditambah lagi dengan kemudahan mengakses dunia maya yang memberikan peluang besar bagi para remaja untuk melakukan hal positif maupun negatif tidak mungkin lagi bagi remaja yang mempunyai alat komunikasi canggih (smartphone) untuk tidak melihat content dewasa yang seharusnya bukan konsumsi mereka. Diharapkan para generasi milenial menjadi orang bijak yang bisa berpikir kritis dan kreatif dengan membatasi diri mana yang baik dan tidak untuk dilakukan. Selain itu, peran orang tua juga sangat dibutuhkan untuk mendampingi dan mengontrol terutama tentang apa yang mereka tonton dan komunikasikan dengan orang lain di media sosial.

Generasi muda adalah calon pemimpin bangsa maka sudah menjadi tugas kita para orang tua untuk membekali mereka dengan nilai-nilai positif serta pendampingan yang cukup guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Mari sama-sama ikut serta dalam menciptakan generasi muda yang bermoral dan berkarakter demi kualitas bangsa. 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *