Ditengah semakin derasnya arus informasi dari berbagai penjuru dunia yang masuk ke Indonesia melalui kemajuan teknologi, masih menyisakan kekhawatiran akan semakin lunturnya pemahaman seni dan budaya tradisional khususnya di kalangan generasi muda. Untuk itu pemerintah terus mendorong semua pihak agar bergotong royong menjaga keluhuran budaya sebagai identitas bangsa dengan menjaga dan melestarikan kebudayaan di negeri sendiri. Salah satu caranya adalah dengan mewariskan cinta seni budaya kepada anak-anak dan remaja. Karena mereka lah yang akan menjadi generasi penerus bangsa di masa depan.

Pelatihan angklung anak-anak

Ajakan tersebut pernah disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani yang menyuarakan pentingnya setiap anak bangsa membangun mental dan karakter yang cinta tanah air. Sebagai salah satu upaya membentuk karakter anak bangsa yang memiliki nasionalisme tinggi, menurutnya sangat penting untuk mengenalkan seni dan budaya pada anak sedini mungkin. “Dengan begitu kepribadian dan karakter kita sebagai bangsa Indonesia akan tumbuh. Ini lagi yang harus saya tekankan kepada generasi muda dan anak-anak di tengah situasi globalisasi. Kita tidak boleh meninggalkan dan melupakan kearifan lokal budaya dan seni,” tegasnya.

Dengan mempelajari seni dan budaya, generasi penerus akan memiliki pemahaman tentang perbedaan dan keberagaman. Penghargaan atas keberagaman dapat membuat setiap anak bangsa mudah bergaul, bersosialisasi dengan siapa saja tanpa sekat, menyatu dengan semua manusia. Bahkan bukan hanya di Indonesia, saat berada di luar negeri, anak juga tidak akan membedakan dari mana dia berasal dan mudah bergaul dengan teman-temannya yang berasal dari berbagai penjuru dunia.  

Penjelasan mengenai pentingnya mewariskan cinta seni budaya kepada anak-anak juga disampaikan budayawan Jose Rizal Manua. Menurutnya, pendidikan seni dan budaya wajib diberikan kepada setiap pelajar sejak usia dini untuk membentengi mereka dari budaya luar. Apalagi saat ini budaya asing khususnya barat dinilai sudah berhasil mempengaruhi para pelajar Indonesia. Terlihat dari kamar pribadi hingga ruang privasi mereka yang berisikan poster artis luar negeri, belum lagi trend teknologi informasi berupa sosial media, video games, dan gaya hidup yang mengikuti kebudayaan asing.

Jose menjelaskan hakikat manusia adalah mencerna dan mengingat apa yang mereka kerjakan untuk pertama kali dan terus berulang. Layaknya belajar sendiri dan berbicara bagi seorang balita, alangkah bagusnya jika pelajar muda  sejak PAUD maupun sekolah dasar mulai diperkenalkan seni dan budaya negaranya sendiri. “Kita mempunyai sejarah yang amat kuat dalam hal tradisi, seni dan kebudayaan yang harus dijaga,” ujar seniman theater ini.

Kate Middleton mengajari anak kerajinan tangan

Salah satu contoh mewariskan cinta seni budaya kepada anak seperti yang dilakukan The Duchess, Kate Middleton kepada anak-anaknya. Istri Pangeran William yang merupakan ikon mode dunia ini mengajarkan banyak kerajinan tangan pada George dan Charlotte, hingga keduanya bisa menghadiahkan buatan tangan mereka kepada Sang Ratu di ulang tahunnya yang ke-91. Bahkan Kate mengaku tidak mempermasalahkan jika putera puterinya membuat berantakan ketika sedang merakit kerajinan tangan.

Pelatihan gamelan di citra alam lakeside

Seni dan budaya termasuk dalam salah satu ilmu pengetahuan yang tak lekang oleh waktu. Mewariskannya kepada generasi penerus sama dengan berupaya untuk melestarikannya. Tujuannya adalah agar mereka dapat mengenal, memahami, mencintai untuk selanjutnya ikut melestarikan agar tidak menjadi punah di negeri sendiri.

Sumber :

https://www.jawapos.com/nasional/humaniora/12/09/2015/seni-dan-budaya-penting-untuk-membentuk-karakter-anak-bangsa-

https://www.republika.co.id/berita/koran/urbana/14/11/28/nfqds96-belajarmencintai-budaya-sendiri-sejak-dini

https://www.viva.co.id/gaya-hidup/parenting/1029695-patut-dicontoh-7-prinsip-mendidik-anak-ala-kate-middleton?medium=autonext

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *