PESANTREN KILAT SUPER-MODERN

AL-QURAN adalah pedoman hidup umat Islam. AL-FATIHAH adalah ummul kitabnya, atau induk dari surat-surat dalam Kitab Al-QURAN. Al-FATIHAH dipahami sebagai inti dari Al-QURAN. Atau kalau AL-QURAN itu diperas, maka hasil perasan itu adalah AL-FATIHAH.

MARI KITA MEMAHAMI SURAT AL-FATIHAH, DAN KAITANNYA DENGAN KEHIDUPAN KITA DI DUNIA & AKHIRAT….

Surat Al-FATIHAH dimulai dari kalimat BISMILLAHI ROHMANIRRAHIM, DLM NAMA ALLAH YG MAHA PENGASIH MAHA PENYAYANG. Kalau AL-FATIHAH dikecilkan / diperas lagi, jadinya adalah kalimat BISMILLAHI ROHMANIRRAHIM itu. Bahwa hidup benarnya seorang manusia harus ada di dalam kerangka NAMA TUHAN, yaitu KASIH SAYANG. Artinya manusia harus melandaskan kehidupannya, tepatnya kehidupan bersamanya, tepatnya lagi persatuan dan persaudaraannya dengan sesama manusia dengan dasar KASIH SAYANG itu, bukan hanya karena darah, nasab, keluarga, suku, ras, bahkan bukan hanya karena kesamaan agama dan ideologi saja, karena kita semua harus melaksanakan KEADILAN SOSIAL di hadapan Tuhan YME sebagaimana perintah-NYA, yaitu adil kepada semua kaum dan golongan serta lapisan tanpa memandang perbedaan, tanpa memandang suka tidak suka pada keyakinan dan cara berfikir, warna kulit, dll-nya orang,… yang adalah KETAKWAAN di sisi-NYA:

“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [QS 5:8]:

…supaya tercipta kehidupan yang rukun damai dan sejahtera di atas muka bumi buat semua orang. Tidak ada perpecahan yang membawa kita kepada jurang kehancuran. Tidak ada kerusakan yang berarti, sebaliknya semua manusia hidup bagaikan di SORGA. Rezeki datang dari langit dan dari bumi. Dari atas kepala dan dari bawah kaki, bahkan dari arah yang tidak sangka-sangka.

Ayat selanjutnya dari Surat Al-Fatihah itu adalah SEGALA PUJI BAGI ALLAH TUHAN SEMESTA ALAM (ALHAMDULILLAHI ROBBIL ALAMIIN). Segala puji bagi-NYA tidak ada kekurangan, tidak cacat, maha suci, maha besar, maha sempurna. Demikian jugalah ALAM SEMESTA yang diciptakan diatur diperlihara dan dikuasainya tidak mempunyai kekurangan, tidak ada cacat, tetapi mulia, suci, agung, sempurna dan seimbang, yang mana bumi kita ada di dalamnya. Maka demikian pulalah firman-firman-Nya dan ajaran-ajaran-Nya. Tidak mempunyai kekurangan, tidak mempunyai cacat, sebaliknya suci, agung, mulia, sempurna dan seimbang. Yang ada pada-Nya dan ajaran-ajaran-Nya hanyalah KEBAIKAN. Jadi hendaklah kita beriman kepada-NYA. Karena janji-NYA adalah BENAR, sebaliknya peringatan-peringatan-NYA juga BENAR.

Selanjutnya, MAHA PENGASIH MAHA PENYAYANG. Benar-benar Dia mempunyai KASIH SAYANG kepada hamba-hamba-Nya, yang di dalam NAMA itu, sbg PAHAM / AJARAN, kita bersatu bersaudara, bersinergi dan bergotong royong tolong menolong utk mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan buat semua tanpa mengecualikan suatu golongan dan lapisan manapun serta suka memberi pertolongan kepada yang lemah, yang mana tidak boleh ada penindasan oleh yang kuat atas yang lemah itu. Yang pada akhirnya semua itu akan kembali kpd diri kita sendiri yang akan mendapatkan perlakuan yang baik dari orang lain dan alam semesta. Jadi hendaklah kita beriman kepada-NYA. Karena janji-NYA adalah BENAR, sebaliknya peringatan-peringatan-NYA juga BENAR.

Selanjutnya, MALIKIYAUMIDDIIN. PENGUASA DI HARI PEMBALASAN. Baik buruknya perbuatan-perbuatan kita dalam hidup, Dialah yang memegang segala pembalasan-NYA baik di dunia ini maupun setelah kita mati. DIA-lah tempat kita dikumpulkan akhirnya. Tidak ada tempat bagi kita utk melarikan diri dari kekuasaan-NYA. Dan tidak akan bisa lari dari penghakiman-NYA. Percaya kepada ALLAH itu percaya pada  KEBAIKAN / KEBAJIKAN. Percaya kepada HARI AKHIR itu memandang bahwa setiap perbuatan ada KONSEKWENSI-nya. Berbuat KESHALEHAN itu adalah berbuat KEBAIKAN / KEBAJIKAN. Lari dari KEBAIKAN / KEBAJIKAN adalah lari dari ALLAH. Kita tidak bisa lari dari KEBAIKAN / KEBAJIKAN sebagaimana juga kita tidak bisa lari dari ALLAH. Kita tidak bisa selamat dengan meninggalkan KEBAIKAN / KEBAJIKAN sebagaimana juga kita tidak bisa selamat dengan meninggalkan ALLAH. Hanya KEBAIKAN / KEBAJIKAN lah yang diridhoi / diperkenankan oleh ALLAH atas kita. Jadi hendaklah kita beriman kepada-NYA. Sama seperti diatas, karena janji-NYA adalah BENAR, sebaliknya peringatan-peringatan-NYA juga BENAR.

Oleh karena itu semua kita berkata kepada-NYA, ENGKAULAH TEMPAT KAMI MENGABDI DAN ENGKAULAH TEMPAT KAMI MEMOHON PERTOLONGAN. Tidak ada tempat kita mengabdikan diri kita selain kepada Dia yang dapat memberikan kpd kita PERTOLONGAN dan PERLINDUNGAN, baik di dunia dan di akhirat. Sebaik-baiknya PENOLONG dan sebaik-baiknya PELINDUNG. Kita bersikap BERDIRI tanda siap membenarkan dan menerima KEBAIKAN / KEBAJIKAN demi Tuhan,  kita bersikap RUKU’ tanda menghormati KEBAIKAN / KEBAJIKAN demi Tuhan, dan bersikap SUJUD tanda siap menjadi pelaksana KEBAIKAN / KEBAJIKAN demi Tuhan dengan penuh berserah diri, pantat lebih tinggi dari kepala, tanda berserah diri itu. Inilah intisari dari hidup di dalam NAMA ALLAH. Intisari dari BERIMAN kepada-NYA. BERKEHIDUPAN itu seperti BERSHOLAT. BERSHOLAT itu adalah BERKEHIDUPAN.

Maka kita BERIKRAR dalam tiap sholat kita: INNASHOLATI WANUSUKI WAMAYAYA WAMAMATI LILLAHI RABBUL ALAMIN. SESUNGGUHNYA SHOLATKU, IBADAHKU, HIDUPKU, MATIKU, SEMUA SEMATA-MATA HANYA UNTUK TUHAN SEMESTA ALAM. Dan kita juga berjanji: WA ANA MINAL MUSLIMIN. DAN AKU ADALAH SEORANG YANG BERSERAH DIRI (KEPADA TUHAN).

Nah apakah arah dari semua itu? Simpel, kita harus mempunyai RUTINITAS PRODUKTIF  yang menjadikan hidup kita penuh MANFAAT  & RASA BAHAGIA, buat kemajuan diri kita dalam hal keilmuan dan keterampilan. Dalam hal hubungan baik dgn sesama, dalam hal persatuan persaudaraan dan perdamaian, maupun dalam hal saling memberi  saling mengisi dan saling melengkapi,saling membahagiakan satu sama lain. melalui karya-karya yang kita buat dan perjuangkan. Hidup yang tidak membuang-buang waktu (ingat Surat Al-Asyr, demi masa…). Hidup yang penuh oleh BELAJAR dan BERKARYA. Hidup yang diisi dengan PERAN & TANGGUNGJAWAB yang penuh pengabdian memuaskan jiwa. Semua itu adalah bentuk perserahan diri kita kepada TUHAN. Bentuk ketakwaan kita kepada-NYA. Sehingga kita menjadi orang yang diridhoi dan diperkenankan dalam ritual-ritual kita maupun dalam pengabdian-pengabdian dengan peran-peran dan tanggungjawab tanggungjawab kita, sehingga hidup dan mati kita benar-benar menjadi semata-mata hanya untuk-NYA, hanya untuk KEBAIKAN / KEBAJIKAN, CINTA KASIH, hanya untuk KEMERDEKAAN, PERIKEMANUSIAAN, PERIKEADILAN, ADIL KPD SEMUA KARENA TUHAN. Singkatnya untuk menjadi sebaik-baik yang kita mampu di JALAN KETAKWAAN, seperti yang kita ikrarkan di setiap sholat kita itu…


RUTINITAS – KEBIASAAN BAIK – JIWA MERDEKA  – SUKSES DUNIA AKHIRAT


…Setiap makhluk Tuhan mempunyai RUTINITAS-nya masing-masing, dalam bahasa lisan dan geraknya masing-masing, yang menjadikan dirinya sesuai dengan penciptaannya masing-masing….

“Dan tidak ada seekor binatang pun yang ada di Bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab, kemudian kepada Tuhan mereka dikumpulkan,” [QS 6: 38].

Bedanya adalah, manusia sangat kreatif dengan akalnya dalam menghadapi tantangan hidupnya. Sedangkan binatang seperti burung-burung di atas hanya mempunyai cara-cara yang monoton itu itu juga dalam hidupnya dari kecilnya sampai matinya. Binatang memang tidak perlu kreatif. Manusialah yang harus kreatif.


Secara garis besar, dlm pelatihan ini kita akan membangun rutinitas-rutinitas yang kita sebut:

–  SEMANGAT PAGI 
–  SEMANGAT SIANG 
–  SEMANGAT PETANG


Dan untuk kelancaran dari segala urusan KEIMANAN kita itu, untuk kelancaran dari segala urusan BERBISMILLAH kita itu, BERSHOLAT dan BERKEHIDUPAN kita di PAGI-SIANG-PETANG itu, maka kita berdoa kepada ALLAH YANG MAHA KUASA: IHDINASIRATHAL MUSTAQIIM. TUNJUKILAH AKU JALAN YG LURUS. Semoga Dia menunjukkan kepada kita langkah-langkah yang benar, langkah-langkah yang bermakna berarti, langkah-langkah yang tidak sia-sia belaka, langkah-langkah yang efektif dan berdaya guna serta menghasilkan, memberikan buah-buah perbuatan dan karya-karya yang bermanfaat, hingga perbuatan-perbuatan besar, sebagai persembahan demi mengharapkan keridhoan-NYA. Yang membebaskan diri kita dan orang-orang yang kita cintai dan manusia semuanya dari segala penderitaan. Yang memerdekakan dan menyelematkan kita di dunia dan akhirat. Yaitu NA’AN AMTA ALAIHIM, GHAIRIL MAGDUBI ALAIHIM, WALAUDHOLIN…..- SEBAGAIMANA JALAN YG DIBERIKAN KEPADA ORANG-ORANG YANG MENDAPAT NIKMAT… Doa meminta jalan yang lurus ini bisa berkembang menjadi berbagai macam doa sesuai keadaan dan kebutuhan, baik sesuai contoh, maupun dengan cara kita sendiri.

 


RUTINITAS PRODUKTIFKU

A. SEMANGAT PAGI /RUTINITAS PAGI:
1. Bangun Sholat Subuh
2. Olah Raga Pagi
3. ……
4. …….

B. SEMANGAT SIANG / RUTINITAS SIANG 
….
….

C. SEMANGAT PETANG / RUTINITAS PETANG 
….
….


MEDIA PELATIHAN: CAMPING EDUKATIF

BILA INGIN DIHUBUNGI, SILAHKAN TINGGALKAN NAMA & NO TELP ANDA. TERIMAKASIH.


    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *