Penting untuk belajar hal-hal baik dari negara lain, selama masih sesuai dengan kebudayaan Indonesia. Apalagi jika sesuatu yang baik itu juga bisa diajarkan kepada anak-anak yang akan menjadi generasi penerus bangsa. Contohnya mengajarkan budaya antri. Dalam artikel sebelumnya sudah dijelaskan mengenai perlunya mengajarkan budaya antri sejak dini. Jika kebiasaan baik sudah diajarkan kepada anak-anak, maka mereka akan semakin mudah menerapkannya dalam kehidupan di masa depan.

Di sejumlah negara, kebiasaan antri sudah lama diterapkan di berbagai lini kehidupan. Bahkan ada negara yang tetap memegang teguh budaya tersebut saat dalam kondisi terburuk sekalipun. Di Jepang, saat pasca bencana gempa dan tsunami 2011 yang diikuti dengan krisis nuklir, sikap warga dalam menghadapinya justru menjadi sorotan di banyak negara. Tidak ada penjarahan atau pencurian beberapa saat setelah bencana dan para korban gempa bahkan mengantri dengan tertib dan rapi ketika bantuan tiba.

antri mendapatkan bantuan saat bencana di jepang

Jepang memang dikenal sebagai negara yang warganya hobi mengantri. Saat digelar sebuah even atau acara besar, orang Jepang akan berderet panjang mengantri dengan sangat rapi meski tidak ada petugas yang mengaturnya.

Orang Jepang memang memiliki keterikatan dengan budaya  antri, karena sejak usia anak-anak budaya tersebut sudah dibentuk dari tingkat sekolah taman kanak-kanak. Anak-anak dibiasakan untuk berbaris seperti ketika hendak masuk kelas atau mencuci tangan sebelum makan. Sebab mengajarkan budaya antri sejak dini akan mendisiplinkan diri, menumbuhkan sikap saling menghormati dan bekerja sama.

antri mahasiswa cina untuk masuk perpustakaan

Contoh lain yang bisa memberikan gambaran jelas tentang manfaat mengajarkan antri sejak dini dapat dilihat dari kesabaran para mahasiswa Cina antri masuk ke perpustakaan. Ratusan mahasiswa fakultas ekonomi dan keuangan Universitas Nanjing berbaris antri untuk meminjam buku di perpustakaan saat ujian akhir. Mereka rela menghabiskan waktu dalam antrian yang panjangnya berkilo-kilo meter karena menganggap perpustakaan sebagai tempat belajar yang paling asyik dan bisa berkonsentrasi.

Mengajarkan budaya antri pada anak akan membentuk karakter serta kepribadian yang baik bagi mereka. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk memberikan pemahaman serta mengajarkan antri pada anak.

Misalnya saat di supermarket ketika orang tua hendak melakukan pembayaran di kasir, anak bisa diberikan penjelasan dengan bahasa sederhana agar sabar menunggu orang di depan kita yang juga antri atau sedang melakukan pembayaran. Tunjukkan kepada anak bahwa orang lain juga sabar menunggu giliran. Jelaskan juga bahwa dengan sabar mengantri, semua akan berjalan dengan tertib dan lancar.

Budaya antri akan lekat hingga dewasa

Dari semua hal diatas banyak pelajaran berharga dari kebiasaan antri yang kita dapat dan contohkan kepada generasi kedepan. Jika sejak kecil  mengantri sudah terbiasa dilakukan, maka ketika dewasa nanti kebiasaan itu akan menjadi budaya yang terus melekat. Tak ada salahnya jika bangsa Indonesia juga menjadi bangsa yang mendapat predikat hobi antri seperti Jepang.   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *