Kisah tentang Nabi Ibrahim a.s yang bermimpi menyembelih puteranya tentu sudah tak asing lagi. Bagi sosok praktisi edukasi ini, kisah tersebut merupakan kisah tentang pengasuhan terbaik bahkan Nabi Ibrahim as, disebutnya sebagai Bapak Parenting Sedunia. Sebagai praktisi pendidikan anak, Ayah Edy menilai Nabi Ibrahim as, sebagai seorang ayah yang luar biasa bijaksana. Karena untuk melaksanakan perintah Tuhan saja, ia tidak menggunakan pemaksaan dan kekerasan pada puteranya.

Namun artikel ini tidak membahas lebih jauh tentang metode parenting ala Nabi Ibrahim as, melainkan untuk mengulas profil dari praktisi yang meletakkan label Bapak Parenting Sedunia terhadap Sang Nabi. Dalam menjalankan perannya sebagai praktisi pendidikan, Ayah Edy menggagas gerakan Indonesia Strong From Home, sebuah gerakan yang berperan dalam pentingnya membangun Indonesia yang kuat dari keluarga, gerakan sederhana yang mengawali perubahan, baik dari diri sendiri dan keluarga.

ayah edy dalam sebuah seminar

Gerakan Indonesian Strong From Home inilah yang mengangkat nama Ayah Edy di kalangan praktisi pendidikan dan pemerhati anak.  Padahal siapa yang menyangka kalau ayah dari 2 anak ini adalah seorang akuntan. Pemilik nama lengkap Edy Wiyono ini memulai karirnya sebagai Junior Accountant di perusahaan Kimia Internasional lalu berpindah-pindah perusahaan dan bidang pekerjaan. Mulai dari Recruitment Center, HRD, Mgmt Office, Customer Service, Business Process Development, Quality Service Assurance dan Training di berbagai perusahaan dalam dan luar negeri. Ayah Edy juga pernah menjadi Associates & Senior Partner di berbagai training Konsultan di Jakarta dan Bandung.

Seiring berjalannya waktu, Ayah Edy akhirnya menemukan passion dalam hidupnya yakni sebagai pendidik, penulis dan pembicara. Proses penemuan panjang ini  dilakukannya selama lebih dari 10 tahun perjalanan karir profesionalnya. Mimpi Ayah Edy adalah mengajak para orang tua Indonesia bergandengan tangan untuk membangun Indonesia yang kuat dan mulia dari keluarga. Ia juga ingin menjadikan anak-anak Indonesia berkarakter mulia dan unggul dalam era globalisasi dunia.

Gerakan Indonesian Strong from Home sendiri terdiri dari program parenting yang mengajak orang tua untuk mendidik anak-anaknya secara tepat, lebih mengedepankan karakter dan akhlak yang baik, bukan hanya mengejar angka-angka di rapor semata. Program dikembangkan dengan membangun sekolah yang lebih mengedepankan akhlak dan memahami keunikan setiap anak agar bisa menemukan potensi unggul yang dimiliki sejak lahir dan mengembangkannya hingga menjadi yang terbaik.

Selain itu, Ayah Edy memberikan bimbingan konseling secara berkelompok pada sekolah-sekolah atau secara pribadi untuk membantu orangtua menemukan potensi emas yang dimiliki putra putrinya serta membimbingnya menjadi yang terbaik di bidang yang dicintainya.

gerakan membangun Indonesia kuat berawal dari keluarga

Program Indonesian Strong from Home juga secara aktif dijalankan oleh Ayah Edy melalui berbagai kegiatan seperti menjadi narasumber tetap acara talkshow di Radio, Penulis tetap sebuah majalah, trainer program pelatihan untuk guru, pembicara dalam seminar  atau workshop, serta menerbitkan banyak buku best seller yang telah terjual lebih dari 50 ribu eksemplar. Berikut ini 5 judul buku yang ditulis Ayah Edy :

  1. Menjawab Problematika Orang Tua ABG dan Remaja
  2. Jangan Salah Pilih Pasangan
  3. Memetakan Potensi Unggul Anak
  4. Ayah Edy Punya Cerita
  5. Ayah Edy Menjawab (100 persoalan sehari-hari orang tua yang tidak ada jawabannya di kamus manapun)

Selain aktif dalam menjalankan program Indonesian Strong From Home yang digagasnya, Ayah Edy juga mendukung program-program pendidikan anak yang ramah otak, salah satunya dengan menjadi partner langsung dari Program Komputer Pembelajaran anak Edugames. Berbagai bimbingan konseling serta tulisan yang sarat dengan motivasi juga disampaikan melalui fanpage officialnya di berbagai channel sosial media serta blog dan websitenya.

kata-kata tentang parenting

Menurut Ayah Edy, Indonesia pada hakikatnya merupakan kumpulan dari keluarga yang tersebar di lebih dari 12 ribu pulau yang ada di Nusantara. Apabila keluarga-keluarga ini kuat makan Indonesia juga akan menjadi bangsa dan negara yang kuat dengan sendirinya, tanpa perlu konsep berbelit dan biaya yang membebani negara. Dalam setiap diskusinya di berbagai forum, tagline ini selalu disampaikannya ā€œGerakan Membangun Indonesia Yang Kuat Dari Keluarga, Kalau bukan Kita, Siapa lagi? Kalau Bukan Sekarang, Kapan Lagi?ā€

 

*) dari berbagai sumber

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *