Bermain memang menjadi dunia menyenangkan bagi anak-anak. Bagi mereka tiada hari tanpa bermain. Namun ada perbedaan gaya bermain anak-anak dari masa ke masa. Jika dulu permainan banyak menggunakan gerakan fisik seperti berlari dan melompat, di jaman generasi milenial saat ini, anak-anak lebih banyak bermain dengan gadget. Hal tersebut tentu saja membawa pengaruh besar bagi kesehatan. Anak-anak yang lebih banyak menggerakkan badan saat bermain akan lebih sehat dibanding anak yang tidak banyak gerak. Disinilah peran orang tua diperlukan. 

Langkah utama yang perlu dilakukan orang tua adalah membatasi anak-anak untuk tidak berlama-lama bermain dengan gadget, salah satunya dengan mengajak anak-anak untuk memainkan permainan yang memerlukan banyak gerak fisik seperti panahan yang sudah melegenda. Panahan merupakan salah satu bentuk olahraga fisik sehingga dengan mengikuti kegiatan ini akan ada kontraksi otot yang dilakukan, ada energi yang dikeluarkan sehingga kebugaran badan bisa didapatkan. Bermain panahan juga bisa membentuk karakter anak diantaranya: 

1.  Fokus

Saat melakukan olahraga panahan anak-anak akan berlatih memusatkan pikiran pada satu titik yaitu target yang akan dicapai. Dengan memusatkan pikiran, maka akan mempermudah melatih fokus dengan menjaga proses untuk mengarahkan pada target. Dimulai dengan sikap tubuh yang benar sampai melepas anak panah. Latihan konsentrasi dalam panahan membantu kita agar bisa fokus di luar lapangan panahan; di sekolah, di tempat kerja, di rumah, di jalan raya, dan tempat lainnya. Selain itu, bila seorang pemanah sering ikut dalam lomba, maka dia melatih dirinya untuk dapat menghadapi situasi penuh tekanan mental. Dan tentu hal ini sangat berguna bagi kehidupan di masa mendatang. 

2. Ketenangan

Selain melatih fokus, olahraga panahan juga melatih anak-anak untuk berpikir positif sehingga pikiran menjadi lebih tenang. Ketenangan ini diperoleh melalui pengendalian diri. Membuat diri setenang mungkin dan melepaskan semua hal yang mengganggu pikiran tentu perlu latihan terus-menerus. Jika tidak, sangat sulit bisa mengendalikan anak panah dan melepaskannya menuju target. 

Selain mengajarkan tentang nilai sebuah proses pencapaian , pembentukan karakter juga didapatkan, bagaimana di dalam kegiatan panahan itu dalam diri anak akan terbentuk sebuah karakter yang sabar dan tenang, mampu mengontrol emosi sehingga dalam situasi apapun akan mampu berpikir dan bertindak dengan bijak.

3. Keberanian

Dalam olahraga panahan, anak akan belajar berani menarik busur panah dengan segenap kekuatannya. Berani mengeluarkan energi yang ada dan mengarahkannya dengan penuh keyakinan akan melatih jiwa kesatria seorang anak. Jika keberanian ini tidak tumbuh dengan baik dalam diri anak, maka ia akan tumbuh menjadi pribadi yang selalu bergantung pada orang lain. Menjadi pribadi yang penakut, takut melangkah, takut memulai, takut mengambil keputusan serta beragam ketakutan lainnya.

4. Kekuatan Tubuh

Saat menarik busur, tekanan berada pada kedua otot tangan, otot dada, bahu, dan punggung. Mirip dengan mengangkat beban, tekanan ini biasanya ditahan selama beberapa detik sebelum pemanah melepaskan string untuk melontarkan panah. Dengan pengulangan, tekanan menarik dan melepaskan busur dapat mengarah ke perkembangan otot di sebagian besar kelompok otot utama tubuh bagian atas. 

5. Keseimbangan

Keseimbangan dalam olahraga panahan sangat penting untuk keberhasilan dalam memanah, sehingga anak harus dapat menahan tubuh ketika membidik dan melepaskan busur. Berlatih memanah dapat membantu anak untuk mendapatkan kontrol atas keseimbangan ketika memfokuskan diri untuk membidik target. Semakin banyak berlatih, otot akan terbiasa menyeimbangkan tubuh dan tetap stabil saat membidik dan melepaskan panah.

Kelima manfaat dalam kegiatan memanah dapat mempermudah pembentukan karakter yang baik bagi seorang anak. Panahan dapat dimainkan oleh anak-anak dalam rentang usia 9 sd 13 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *