Di era teknologi canggih saat ini, pengenalan tentang kesenian dan budaya Indonesia pada anak sudah mulai jarang dijumpai. Terlebih lagi sekarang ini banyak orang tua yang mengenalkan gadget dan komputer sebagai sarana bermain untuk anak, dengan dalih agar mereka dapat belajar dengan cepat tanpa harus tertinggal oleh laju perkembangan teknologi.

Hal tersebut tentu bisa menimbulkan dampak negatif pada anak-anak, meski seringkali tidak disadari para orang tua. Sedikit demi sedikit mereka akan menjauh dari kehidupan sosial, karena sudah asyik dengan dunia yang serba digital. Padahal, bersosialisasi termasuk tahap penting dalam perkembangan karakter seorang anak.


anak-dan-perangkat-digital

Khawatir akan besarnya dampak negatif penggunaan perangkat digital pada anak-anak, beberapa negara telah menerapkan aturan khusus. Prancis melarang penggunaan ponsel di sekolah, Jerman dan Finlandia mengawasi penggunaan ponsel pada anak-anak dengan ketat, sedangkan penduduk San Francisco Bay Area di bagian selatan Silicon Valley, menjauhkan komputer dari keseharian anak-anak mereka.

Kendati Indonesia belum memiliki kebijakan yang memperketat penggunaan perangkat digital pada anak, namun setidaknya perlu ada upaya menyeimbangkan kehidupan mereka  dengan hal-hal yang lebih bermanfaat. Baik terhadap pengembangan karakter, maupun kemampuan bersosialisasi dengan masyarakat dan alam sekitar.

Memperkenalkan berbagai permainan edukatif tradisional atau memberikan pelatihan untuk mengasah imajinasi, kreatifitas, dan keterampilan anak, bisa menjadi salah satu solusinya. Apalagi jika dalam pelatihan itu, juga disisipkan pengenalan terhadap seni dan budaya bangsa, misalnya kesenian wayang.


pelatihan Wayang

Wayang adalah kesenian tradisional Indonesia yang berkembang di pulau Jawa. Berasal dari kata Ma Hyang, wayang artinya menuju kepada roh spiritual dewa atau Tuhan Yang Maha Esa. Ada juga yang mengartikan wayang sebagai istilah bahasa Jawa yang bermakna bayangan, karena menonton pertunjukan wayang juga bisa dari belakang layar atau hanya bayangannya saja.

Dengan diiringi musik gamelan, wayang dimainkan oleh seorang dalang yang juga menjadi narator dialog tokoh-tokoh wayang. Pertunjukan wayang kulit telah diakui oleh  UNESCO pada tanggal 7 November 2003 sebagai karya budaya yang mengagumkan dari segi narasi dan cerita, sekaligus warisan yang indah dan berharga.


pelatihan Wayang

Kesenian wayang kulit, bisa diperkenalkan kepada anak-anak melalui pementasannya, serta cara membuat miniaturnya. Dengan mengenalkan kesenian tersebut, diharapkan dapat memberikan pesan-pesan moral yang baik, sekaligus membentuk karakter dan mengembangkan kreatifitas positif pada anak.

Citra Alam sering kali gelar kegiatan pewayangan kepada anak-anak. Mulai dari bagaimana membuat miniatur wayang dari bahan sederhana, sampai pementasan wayang. Kegiatan dilakukan dengan membagi kelompok anak-anak berdasarkan usia, karena tingkat kesulitan pengerjaan yang berbeda-beda.

Adapun bahan-bahan untuk membuat miniatur wayang antara lain, kertas karbon, pensil, karton tebal, cat air beserta kuasnya, gunting, bambu/tusuk sate. Sedangkan desain gambar tokoh wayang yang akan dicetak di karton, sudah disediakan oleh pihak Citra Alam.



pelatihan wayang

Untuk anak-anak usia TK, desain yang diberikan sudah tercetak diatas karton, sehingga mereka hanya tinggal  memberi warna di dalam gambar yang tersedia. Sementara pada kelompok anak-anak yang usianya lebih besar, diajarkan  menjiplak sendiri pola beserta motifnya diatas karton, memberikan warna, hingga memasang bambu untuk menyangganya.

Kegiatan tersebut selain membuat anak-anak belajar mengenai hal baru, juga memperluas interaksi mereka dengan sesama teman, orang tua, guru, maupun para pelatih, selama proses pengerjaan. Apalagi jika hasilnya bisa dibawa pulang, sehingga mereka memiliki kebanggaan terhadap hasil karya sendiri.

Dengan mendapatkan pelatihan mengenai wayang kulit di Citra Alam,  anak-anak bisa belajar berkreasi, bersosialisasi, sekaligus ikut melestarikan kebudayaan bangsa.

Ref:


One thought on “Melestarikan Seni Budaya Bangsa Lewat Pelatihan Wayang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *