Kita mengenal Pramuka sejak duduk di bangku sekolah, karena organisasi tersebut menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler sekolah, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Bahkan ada sekolah yang mewajibkan ekstrakuler tersebut diikuti oleh seluruh siswanya. Di Indonesia, Pramuka telah disahkan melalui Undang-Undang sebagai organisasi penyelenggara pendidikan kepramukaan atau kepanduan. Memiliki singkatan Praja Muda Karana, Pramuka memiliki arti Jiwa Muda yang Suka Berkarya. Dari makna tersebut sangat jelas bahwa organisasi Pramuka ditujukan untuk mencetak generasi muda berkarakter berkualitas yang kelak dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa dan negara. 

Keanggotaan Pramuka meliputi berbagai tingkatan.  Untuk bisa mencapai setiap tingkatannya, paraanggota harus memperoleh materi-materi yang sudah ditentukan hingga mengikuti  kegiatan pelantikan. 

Pramuka Siaga (7-10 tahun) 

Materi latihan Pramuka Siaga adalah sekumpulan standar kompetensi yang harus dipenuhi oleh setiap anggota pramuka siaga. Materi latihan bersifat dasar, modern, bermanfaat namun tetap taat pada asas-asas. Penyampaian materi dilakukan melalui permainan-permainan yang mengandung unsur pendidikan serta nyanyian menarik dan menyenangkan. Tujuannya adalah agar peserta dapat lebih mudah mengingat sebagai bekal untuk menjalankannya ketika sudah berada di tingkat yang lebih tinggi. 

Tingkat Pramuka Siaga terbagi dalam 3 tingkatan yaitu siaga mula, siaga bantu dan siaga tata, dengan 2 area pengembangan pada materi-materinya yakni area pengembangan sosial dan area pengembangan intelektual. Pada kedua area pengembangan itu, tiap peserta pramuka siaga akan mendapatkan pengetahuan mengenai pengenalan keluarga, teman beserta lingkungan dan aturan yang berlaku didalamnya.  Selain itu terdapat pengenalan pengetahuan, teknologi dan keterampilan kepramukaan termasuk bagaimana memanfaatkannya. 

Pramuka Penggalang (11-15 tahun)

Penggalang memiliki makna yang disesuaikan dengan kiasan pada masa penggalangan perjuangan bangsa Indonesia yaitu saat rakyat Indonesia menggalang dan mempersatukan diri untuk mencapai suatu kemerdekaan dengan adanya peristiwa bersejarah saat kongres pemuda Indonesia yang dikenal sebagai Sumpah Pemuda tahun 1928. Pramuka tingkat penggalang memiliki satuan terkecil yang disebut regu, sedangkan kesatuan dari beberapa regu disebut pasukan. Tiap regu memiliki 5 sampai 10 anggota yang dipimpin oleh seorang Pinru (Pemimpin Regu). 

Tiap anggota penggalang yang sudah menyelesaikan SKU (syarat kecakapan umum) berhak mengenakan TKU (tanda kecakapan umum) sesuai tingkatannya. Dalam SKU terdapat sejumlah materi seperti P3K, baris-berbaris, memecahkan kode sandi, dll. Materi-materi tersebut bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, serta melatih kecerdasaan dalam memecahkan masalah. 

Pramuka Penegak (16-20 tahun) dan Pramuka Pandega (21-25 tahun) 

Disebut Pramuka penegak karena menyesuaikan dengan kiasan pada masa penegakkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Sementara kelompok pramuka Pandega merupakan golongan pramuka setelah penegak, yang memiliki berbagai jenis kegiatan serupa dan dapat dilakukan bersama-sama dengan kelompok pramuka penegak. Materi pramuka yang wajib diketahui oleh pramuka penegak dan pandega adalah mengenai sejarah dan makna Gerakan Pramuka. Baik anggota tingkat penegak maupun pandega memiliki kemampuan untuk mengajarkan anggota pada tingkat dibawahnya yaitu penggalang dan siaga. 

Pada setiap kelompok pramuka mempunyai masing-masing kode kehormatan yang menjadi materi wajib. Untuk Pramuka siaga, kode kehormatannya adalah Dwi Dharma dan Dwi Satya, sedangkan pramuka tingkat penggalang hingga pandega adalah Trisatya (janji dan komitmen diri) serta Dasa Darma (ketentuan moral). Kode kehormatan tersebut harus dihapal dan menjadi persyaratan dalam kenaikan tingkat. 

Berdasarkan sejarah  dan perkembanganya di Indonesia, Gerakan Pramuka menjadi sistem pendidikan kepanduan yang telah disesuaikan dengan keadaan dan perkembangan dalam masyarakat. Dengan memiliki prinsip dasar serta metode yang bertujuan membentuk watak akhlak dan budi pekerti luhur, Gerakan Pramuka diharapkan mampu mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan zaman. 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *