Metode pendidikan dengan mengombinasikan antara materi pelajaran dengan praktek nyata, saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah. Terlebih dengan diterbitkannya Perpres tentang penguatan pendidikan karakter sebagai gerakan pendidikan guna memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir dan olah raga. Salah satu implementasi penerapan Perpres tersebut adalah metode Conceptual Teaching and Learning (CTL) atau pendekatan kontekstual yang diharapkan dapat mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan mereka sebagai keluarga dan masyarakat. Tujuannya adalah mempersiapkan proyeksi pendidikan abad 21 sebagai bekal bagi generasi di masa depan. Konsep tersebut dituangkan dalam materi LDKS untuk siswa sekolah.

Dalam  kegiatan LDKS berkonsep CTL ini, para siswa akan mendapatkan pembelajaran mengenai banyak hal yang berkaitan dengan organisasi dan  pembangunan karakter. Para siswa dapat menerapkan langsung setiap materi yang diberikan pada setiap rangkaian kegiatan yang sedang mereka ikuti. Contohnya berlatih hidup mandiri dan disiplin ketika berada jauh dari orang tua. 

Secara umum, banyak manfaat yang bisa didapat dari mengikuti kegiatan LDKS, seperti melatih mental, membentuk karakter serta menambah wawasan.  Berbagai manfaat tersebut bisa diperoleh dari sejumlah materi yang dapat mengisi kegiatan LDKS, yaitu :

1. Peraturan Baris Berbaris

2. Penguataan Pendidikan Karakter

3. Pembentukan Mindset

4. Pembinaan Mental

5. Pengembangan diri

6. Keorganisasian

7. Leadership

8. Sosialisasi Nasionalisme Indonesia

Pembawa materi dalam LDKS haruslah orang-orang yang expert dibidangnya seperti guru-guru pembina organisasi atau kesiswaan di sekolah, psikolog pendidikan, motivator khusus remaja & anak, atau bisa juga melibatkan tokoh-tokoh atau public figure berprestasi yang terkenal dikalangan remaja. 

Dengan pemberian materi beserta penyajiannya yang tepat, berbagai manfaat yang ditargetkan dalam sebuah kegiatan LDKS dapat dirasakan oleh setiap siswa. Mereka pun akan lebih mudah menerapkannya dalam proses belajar selanjutnya serta kehidupan di masa depan. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *