Siapapun yang sudah pernah berkemah pasti mengenalnya. Dengan menyalakannya saat melakukan kegiatan di alam terbuka seperti camping, hawa dingin malam akan terasa lebih hangat sekaligus membuat acara menjadi semakin seru dan semarak. Api ini dinyalakan di tengah-tengah suasana berkumpul peserta camping yang membentuk lingkaran. Pada kesempatan itu, para peserta dapat saling bercerita pengalaman, bernyanyi sambil memainkan gitar, bahkan berdoa bersama atau melakukan renungan suci keagamaan. Begitulah suasana ketika api unggun dinyalakan.

Lalu bagaimana sejarahnya ?

Api unggun sudah ada sejak zaman nenek moyang karena merupakan kebiasaan dalam kehidupan di tengah rimba sebagai penghangat badan dan pengusir binatang buas. Selain itu berguna juga sebagai media pertemuan untuk musyawarah, menghakimi pelaku pelanggaran, pembinaan serta pesta. Bahan-bahan untuk menyalakannya juga berasal dari alam seperti ranting pohon dan dedaunan kering.

Seiring berjalannya waktu, api unggun kini banyak digunakan saat menggelar kegiatan di alam bebas khususnya camping. Dianggap penting karena lokasi perkemahan yang kebanyakan berada di tengah hutan atau pegunungan yang rawan akan gangguan binatang luas serta berhawa sangat dingin saat malam hari. Selain itu, bahan-bahan untuk membuatnya mudah diperoleh di sekitar lokasi perkemahan. Api unggun juga digunakan untuk memasak bahan makanan seperti ubi jalar, singkong atau jagung. Bahan-bahan makanan seperti jagung, sosis, ikan, daging, dll ditusuk dengan ranting kayu , tongkat besi atau lidi tebal sebelum dibakar diatasnya. Bisa juga memasak dengan menggunakan panci dan wajan diatasnya dengan penyangga berupa batu atau kayu.

Dalam bahasa Inggris, api  unggun yang dibuat saat berkemah disebut campfire, sedangkan yang lebih besar disebut bonfire. Istilah bonfire biasa digunakan untuk api yang dinyalakan sebagai bagian dari upacara keagamaan. Konon kata bonfire berasal dari tradisi orang Kelt membakar tulang-tulang hewan (bone-fire)  untuk mengusir arwah jahat. Di Britania Raya, setiap bulan November berlangsung perayaan api unggun dan kembang api yang disebut Malam Guy Fawkes, sedangkan di Irlandia Utara, dinyalakan untuk memperingati pertempuran Boyne pada tahun 1690.

Banyaknya manfaat yang diperoleh dari api unggun ketika menggelar kegiatan di alam terbuka, akan menambah kesan dan pengalaman tersendiri. Oleh karena itu tak heran jika menyalakan api unggun selalu menjadi aktivitas yang menyenangkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *