Sejak terpilih dan dilantik menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, nama Nadiem Makarim sering menjadi pembicaraan. Selain menjadi menteri termuda di kabinet Indonesia Hebat, pernyataan dan kebijakan Nadiem sebagai orang nomor 1 di dunia pendidikan di Indonesia yang kerap berbeda dengan pendahulunya, selalu menjadi sorotan publik. Contohnya saat menyampaikan pidato memperingati Hari Guru Nasional. Hal menarik dalam pidato tersebut adalah ajakan untuk seluruh guru Indonesia melakukan perubahan kecil di kelas masing-masing. 

“Besok, dimana pun anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas anda : 

  • Ajak kelas berdiskusi bukan hanya mendengar
  • Beri kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas
  • Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan kelas
  • Temukan suatu bakat dalam murid yang kurang percaya diri
  • Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang kesulitan

“Apapun perubahan itu jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak,”tegas Nadiem. 

Ajakan Mendikbud tersebut mengarahkan para guru untuk menciptakan hal baru atau inovasi dalam dunia pendidikan. Sebab perkembangan dalam dunia pendidikan sangat cepat seiring dengan berkembangnya teknologi. Menurut Pengamat Pendidikan Doni Kusuma, perubahan harus dimulai dari guru, bukan pemerintah. Ia menilai, selama ini seringkali perubahan dari pemerintah tetap tidak mampu mengubah pola pembelajaran guru. “Jika semua guru mampu memunculkan kreativitas di kelas, perannya akan semakin otentik yakni mencerdaskan bangsa,” jelasnya. 

Doni menambahkan, guru seharusnya mampu menjadi contoh bagi muridnya dalam memiliki kemauan untuk terus belajar. Pentingnya inovasi guru dalam dunia pendidikan berkaitan dengan kemampuan mereka untuk menggali hal-hal baru sebagai metode belajar. Tujuannya agar siswa memiliki motivasi yang sama dalam berinovasi bagi kehidupan di masa depan. Doni mencontohkan salah satu cara untuk menunjukkan bahwa seorang guru mau belajar adalah dengan membagi pengalaman terbarunya kepada siswa setiap masuk kelas, misalnya mengenalkan buku atau koran terbaru yang ia baca dan menyampaikan kepada siswa hal-hal apa yang menarik. 

Lalu bagaimana dengan pendapat dikalangan guru? Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Unifah Rosyidi mengharapkan Mendikbud turun langsung untuk memantau ajakannya tersebut apakah sudah terlaksana. “Jadi mau ngomong apa pun Pak Presiden sudah ngomong berkali-kali. Yang kita tunggu setelah berbicara ini, Pak Nadiem turun membedah, baru itu punya makna. Selama tidak turun membedah, itu tidak akan ada maknanya,” tegas Unifah. 

Terkait dengan inovasi, sebelumnya Presiden Joko Widodo juga sudah beberapa kali memberikan himbauan. Salah satunya adalah menghimbau agar agenda penelitian, kurikulum, metode pendidikan, cara organisasi dan kompetensi SDM mengalami perubahan. “Inovasi adalah kunci dalam merespon perubahan zaman. Tidak ada pilihan lain jika kita ingin Indonesia maju, kita harus melakukan perubahan pola pikir, cara kerja, model organisasi, produktivitas, disiplin nasional, inovasi,” kata Presiden dalam sebuah acara di kampus UI, Depok. 

Dengan menciptakan inovasi, para guru diharapkan mampu menjadi penggerak dalam perubahan sistem pendidikan di Indonesia. Setidaknya  tak akan ada lagi belajar menjemukan di dalam kelas.  

*) dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *