Pelajaran mengenai sejarah perjuangan bangsa mulai dari bagaimana mencapai kemerdekaan, hingga meraihnya sampai mempertahankan, biasanya diikuti oleh siswa sekolah. Lalu bagaimana jika peserta dalam sesi pelajaran tersebut adalah orang dewasa? Apakah sesi tersebut tidak menjadi suatu yang membosankan bagi mereka? Workshop Kebangsaan yang diikuti oleh karyawan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Bogor dalam sebuah kegiatan camping inilah jawabannya.

Dengan jumlah peserta keseluruhan sekitar 50 orang, DLH kota Bogor menggelar  Seminar  Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat, hasil kerjasama kota Bogor dan prefecture Hiroshima (Skema Bantuan JICA – Bogor). Acara diisi dengan berbagai materi dan praktek mengenai pengelolaan sampah, serta berbagai games team building dan flying fox. Untuk melengkapi tujuan dari seminar tersebut, para peserta juga mengikuti workshop kebangsaan.   
games team building untuk kerjasama

Sebagai bentuk kecintaan terhadap bangsa Indonesia, Citra Alam memperkenalkan tentang negara Indonesia melalui workshop kebangsaan atau sosialisasi nasionalisme Indonesia kepada para pengunjung. Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa lebih memahami Indonesia, mulai dari sejarah berdirinya, hingga memotivasi untuk menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan agar menjadi bekal dalam berpartisipasi mewujudkan pembangunan demi tercapainya kemakmuran bangsa.

Acara berdurasi sekitar 2 jam yang berlangsung  dalam suasana serius tapi santai itu, peserta terlihat antusias mengikuti setiap penjelasan yang disampaikan oleh pemateri. Dimulai dengan perkenalan, materi yang disampaikan adalah mengenai pentingnya nasionalisme Indonesia, mengenal jati diri sebagai bangsa. “Kenapa berbeda tetapi tetap satu? karena menjunjung tinggi kemerdekaan,” jelas Nurmansyah yang membawakan materi kebangsaan tersebut.

penyampaian materi SNI oleh pemateri

sesi menyanyikan lagu nasional padamu negeri

Tujuan penyelenggaraan seminar tentang pengelolaan sampah berbasis masyarakat, DLH kota Bogor ingin mengajak peserta untuk ikut memotivasi masyarakat di masing-masing lingkungannya agar berperan aktif dalam pengelolaan sampah. Ade Nugraha dari DLH kota Bogor menjelaskan, peserta yang merupakan praktisi sampah, kelompok swadaya masyarakat yang mengelola unit 3R di kota Bogor, diberikan pembekalan berupa teori, motivasi, komunikasi dan praktek untuk mendaur ulang sampah menjadi lebih bermanfaat seperti pupuk atau makanan ternak.  Program tersebut mengacu pada Peraturan Presiden 97 tahun 2018 bahwa tahun 2025 tiap kabupaten/kota di seluruh Indonesia harus mampu mengurangi sampah sebesar 30%, sehingga butuh penanganan 70%.

kegiatan daur ulang sampah DLH

Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan, para peserta juga diajak membersihkan sampah non organik di sekitar sungai yang membelah lokasi kegiatan, Citra Alam Riverside. Usai seminar, setiap peserta diharapkan mampu menjadi penggerak masyarakat dimulai dari lingkungan keluarga dan kerabat mereka untuk mengelola sampah baik organik maupun non organik.



Untuk keterangan dan informasi lebih lanjut hubungi kami.


(021) 7310249 (021) 7321394


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *