Sering kali kita dengar kalimat “Kebersihan adalah sebagian dari iman” yang digunakan sebagai jargon kampanye menjaga kebersihan. Peduli lingkungan itu sederhana, tetapi kadang sangat susah dilakukan. Peduli lingkungan seharusnya bukan hanya sebagai tren, melainkan gaya hidup yang harus dijalani setiap orang demi menjaga bumi kita. Peduli lingkungan harus diterapkan mulai sedini mungkin untuk membentuk pribadi anak yang baik. Membentuk pribadi yang baik dibutuhkan pola pendidikan yang tepat dan disini lah dibutuhkan peran besar orang tua.  

Mendidik anak mencintai lingkungan bisa dimulai dengan hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya. Sebuah perbuatan yang sederhana tapi terbukti sangat sulit untuk menjadi sebuah kebiasaan. Oleh karena itu, kesadaran agar anak buang sampah pada tempatnya harus ditumbuhkan sejak usia dini. 

Sulitnya membudayakan hidup bersih dengan tidak membuang sampah sembarang, masih banyak terlihat di sejumlah tempat. Ketika berada di pusat perbelanjaan, tempat wisata, jalan raya atau tempat-tempat umum lain, masih banyak ditemukan orang yang membuang sampah sembarangan. Padahal berbagai informasi mengenai dampak tidak baik akibat lingkungan yang kotor karena sampah berserakan sudah seringkali disampaikan melalui berbagai media dan kampanye. Mulai dari lingkungan yang tidak terlihat indah karena kotor dan bau, hingga timbulnya beragam penyakit dan banjir.  

Dengan memberikan kesadaran tentang pentingnya kebersihan lingkungan, penumbuhan sikap dan perilaku membuang sampah pada tempatnya kepada anak-anak, maka diharapkan saat mereka tumbuh dewasa, sudah terbiasa dengan hidup bersih. Tidak lagi perlu diingatkan, dengan sendirinya sudah memiliki tanggung jawab dalam menjaga kebersihan lingkungan dimanapun ia berada. 

Ada beberapa cara untuk menumbuhkan kesadaran membuang sampah pada tempat, di antaranya:

Pertama, memberikan tindakan nyata dengan mengajak anak membuang sampah pada tempatnya. Misalnya saat bepergian, buang bungkus makanan kemasan dalam tempat sampah atau kumpulkan dalam satu plastik jika belum menemukan tempat sampah. Apabila seorang anak sering melihat kebiasaan orang tuanya itu, maka ia akan selalu menirunya sehingga kelak menjadi kebiasaan yang baik ketika sudah dewasa. 

Kedua, menunjukkan secara langsung dampak membuang sampah sembarangan. Misalnya dengan mengajak anak-anak ke pasar atau lingkungan yang kotor. Jika menemukan tumpukan sampah mereka akan merasakan secara langsung betapa kotor, bau dan tidak nyamannya lingkungan tersebut. 

Ketiga, mengajak bermain seperti dengan berlomba memasukkan kertas bekas ke dalam tong sampah atau dengan bermain peran yang melibatkan langsung anak-anak sesuai tema.   

Keempat, teladan lingkungan terdekat dalam pengaturan membuang sampah pada tempatnya akan memberi efek baik terhadap daya tangkap anak dalam memahami maksud dan tujuan suatu perbuatan. Orang tua merupakan teladan utama dalam mendidik dan membimbing anak-anak.   

Menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya membuang sampah sejak dini adalah salah satu cara ikut melestarikan lingkungan agar tetap bersih sehingga tercipta lingkungan yang sehat dan bebas dari wabah penyakit. 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *