Setiap manusia pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, baik berupa sifat, kepribadian, karakter, termasuk kondisi fisik. Mereka yang terlahir atau karena penyebab tertentu memiliki kondisi fisik yang tidak sempurna, sudah pasti memiliki sisi lain yang bisa menjadi kelebihannya. Bahkan mereka mampu menembus keterbatasan fisik untuk bisa berkarya dan berprestasi lebih gemilang. Seperti apa prestasi dan karya gemilang yang berhasil ditorehkan itu?

Suksesnya Asian Paragames 2018 dan mampu mengharumkan nama bangsa Indonesia di dunia internasional, menjadi buktinya.  Ajang yang berlangsung selama 8 hari pada tanggal 6-13 Oktober 2018 ini membawa kontingen Indonesia sebagai tuan rumah menempati urutan ke-5 dalam perolehan medali dengan 37 emas, 47 perak dan 51 perunggu. Pencapaian yang luar biasa itu memunculkan harapan lebih khususnya untuk kesetaraan bagi penyandang disabilitas khususnya di beberapa aspek seperti transportasi, pendidikan dan lapangan pekerjaan.  “Harapan saya dengan adanya ini masyarakat biasa terbuka mata hatinya bahwa disabilitas bisa mengharumkan bangsa,” kata Arjuna, salah satu penonton penutupan Asian Para Games yang hadir menggunakan kursi roda, bersama teman-temannya yang juga memiliki kebutuhan khusus.

ilustrasi asian para games 2018

Arjuna menjelaskan, harapan adanya kesetaraan harus mulai diwujudkan misalnya dalam hal penyediaan sarana transportasi yang ramah disabilitas. “Saya coba sendiri di Jakarta dan belum begitu ramah terutama dari transportasi, kereta dan angkutan umum lainnya. Saya pulang pergi naik kereta memang belum begitu akses. Masih sulit kami harus desak-desakan dengan orang normal, walaupun sudah ada tulisan untuk disabilitas,” ungkapnya seperti diberitakan detik.com.

Dalam Asian Para Games 2018, 4 cabang olahraga menjadi tambang emas bagi Indonesia yakni cabang olahraga atletik, catur, lawn bowls dan para tenis meja. Jumlah terbanyak perolehan medali emas dicatatkan oleh para atlet dalam cabang olahraga catur yakni 11 emas. Selain prestasi para atlet, ada juga hasil karya yang juga membanggakan dalam event tersebut. Ada 5 fotografer berkebutuhan khusus yang terlibat untuk mengabadikan momen berharga para atlet. Mereka adalah Christianto Harsadi, Clara Vania Puspita, Lalu Syena Z, Alkautsan W dan Ivan Octa Putra. “Saya menyadari makna disabilitas itu adalah seorang yang melihat hambatan penyandang disabilitas dalam keterbatasan, bukan penyandang disabilitas yang menghambat mereka”, kata Christianto Harsadi, yang tergabung dalam tim field worker Divisi Media dan PR Inapgoc (organisasi penyelenggara Asian Para Games 2018).

aksi fotografer anto mengabadikan momen di arena

Pria yang akrab dipanggil Anto ini berkesempatan mengabadikan momen di berbagai cabang olahraga Asian Para Games. Baginya, cabang olahraga yang paling berkesan untuk dipotret antara lain renang dan voli duduk. Ia mengajak teman-teman disabilitas lain untuk lebih percaya diri. “Teman-teman disabilitas lain harus bisa lebih percaya diri. Percayalah bahwa diri kalian itu keren dan kita semua bersaudara,” tegasnya (kompas.com 11/10/2018).

foto atlet balap sepeda asian para games 2018

Kehadiran kejuaraan sebesar Asian Para Games 2018 memberi jalan bagi para penyandang disabilitas untuk tetap semangat dalam menjalani hidup. Dalam ajang tersebut tak ada halangan dan rintangan bagi mereka untuk berjuang mencapai impian melalui dunia olahraga. Selain itu juga memberi kesempatan pada penyandang disabilitas selain atlet untuk berkarya dan bisa bermanfaat bagi sesama maupun masyarakat luas. Seperti yang diungkapkan Asep Sutisna salah seorang atlet peserta, “Jangan pernah merasa ragu atau malu. Dimana ada kemauan, disitu ada jalan.”

*)dari berbagai sumber

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *