Mindset atau cara berpikir merupakan keyakinan seseorang yang bisa mempengaruhi prilaku dan sikap terhadap sesuatu. Baik disadari atau tidak, mindset yang sering dimaknai sebagai kepercayaan, akan menentukan cara berpikir, berkomunikasi maupun bertindak hingga pada akhirnya mampu menjadi tolak ukur level keberhasilan hidup seseorang.

Mindset bisa berupa positif atau negatif tergantung bagaimana cara pandang seseorang terhadap sesuatu dan akan mengarah kemana tujuannya. Biasanya orang-orang dengan mindset positif lebih mudah untuk meraih kesuksesan di jalan yang benar sehingga kesuksesannya itu bisa bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Sementara orang yang bermindset negatif sudah pasti akan berprilaku negatif yang bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Meski membawa pengaruh besar terhadap prilaku, sikap bahkan sampai bisa menentukan sukses atau tidaknya seseorang, mindset seseorang dapat diubah. Misalnya mengubah mindset seseorang agar bisa menemukan jalan untuk meraih kesuksesannya. Sebab banyak orang ingin sukses namun seringkali memiliki mindset yang kurang tepat. Banyak metode yang bisa dilakukan untuk mengubah mindset seseorang menjadi positif guna meraih kesuksesan. Salah satunya adalah melalui kegiatan outbound.

Seperti yang sudah dibahas pada artikel sebelumnya, kegiatan outbound merupakan agenda yang sering dilakukan perusahaan untuk meningkatkan etos kerja, kebersamaan, kekompakan dan koordinasi sesama karyawan. Namun disisi lain, kegiatan tersebut juga efektif untuk mengubah mindset seseorang dengan berbagai aktivitas sebagai berikut :

  1. Outbound Training & Experiential Learning

Outbound Training Program umumnya merupakan kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan kepemimpinan, kemampuan komunikasi, perencanaan, manajemen perubahan, delegasi, kerjasama tim dan motivasi. Dalam kegiatan ini peserta dibagi menjadi beberapa tim yang diberi tugas untuk diselesaikan dalam waktu tertentu.

Selama kegiatan ini, prestasi dan kinerja peserta ditinjau dalam diskusi kelompok untuk mengidentifikasi antara perilaku yang meningkatkan kinerja dan prilaku yang menyebabkan kegagalan atau penurunan kinerja. Dalam Outbound Training, fasilitator menantang kelompok untuk mencapai suatu tujuan, tetapi tidak menjelaskan bagaimana cara menyelesaikan tantangan. Peserta harus bekerja untuk menemukan solusi individual dan bersama-sama sebagai sebuah tim serta berkomunikasi dan belajar satu sama lain untuk menjadi sukses. Belajar dimulai dengan pengalaman yang diikuti oleh refleksi, diskusi, analisis dan evaluasi dari pengalaman.

  1.      Team Building

Team Building merupakan aktivitas untuk membentuk sekelompok orang menjadi sebuah kekuatan produktif. Dalam kegiatan ini, anggota tim tidak hanya menyelesaikan tugas-tugas kelompoknya saja tetap juga berlatih untuk membangun kepercayaan dan dukungan satu sama lain serta menghormati perbedaan yang terdapat didalamnya.

Beberapa hal tersebut penting untuk dimiliki oleh sebuah tim karena saat ini kita hidup di dunia yang serba kompleks dengan berbagai permasalahannya, perlu mengambil keputusan yang cepat, serta kompetitif. Keputusan yang diambil seringkali salah, ketika dalam sebuah kelompok tidak ada kerjasama, komunikasi dan dukungan antar anggota kelompok. Setiap orang dalam kelompok dituntut untuk memberikan kontribusi kekuatan mereka, guna memastikan keberhasilan tim.

  1.      Leadership Development Program

Pengembangan kepemimpinan mencakup semua kegiatan untuk meningkatkan kapasitas individu atau organisasi untuk memimpin dengan baik. Jantung dari semua organisasi besar adalah orang-orang yang berada dibalik kemudi tujuan organisasi, sementara keberhasilannya ditentukan oleh mereka yang mampu memimpin dirinya sendiri dan orang lain. Keberhasilan sebuah organisasi dalam mencapai tujuannya juga ditentukan oleh kemampuan pemimpinnya menghadapi berbagai tekanan yang komprehensif, sehingga ia dapat selalu beradaptasi dalam kondisi apapun termasuk sebuah perubahan.

Ketiga metode dalam outbound tersebut dapat dituangkan dalam bermacam-macam permainan, agar program perubahan mindset dapat lebih efektif. Games biasanya dimainkan secara berkelompok yang dalam satu timnya terdapat dua orang atau lebih. Selain permainan berkelompok, ada juga permainan menantang yang dilakukan oleh perorangan seperti highrope.

Highropes merupakan aktivitas fisik untuk melatih keseimbangan dan kepercayaan diri. Dengan beragam permainan didalamnya, setiap peserta dilatih untuk mengelola rasa takutnya.  Misalnya saat harus melangkahkan kaki diatas lempeng baja pada ketinggian tertentu. Bisa saja saat beberapa langkah awal peserta mudah untuk melangkahkan kakinya, tapi pada pertengahan tiba-tiba merasa ragu dan gugup sehingga kaki sulit untuk digerakkan. Kondisi seperti itu seringkali membuat peserta terjatuh. Dari permainan ketinggian itulah peserta dapat belajar untuk mengambil keputusan yang tepat sekaligus menghadapi tantangan yang dapat menghambat pengambilan keputusan tersebut.

Apapun tujuannya, baik untuk membentuk mindset dalam meraih kesuksesan, membangun kerjasama tim, pembentukan karakter atau melatih potensi kepemimpinan, sesuai namanya outbound dilakukan di alam terbuka karena lebih efektif. Peserta dapat merasakan kesejukan alam dengan udara yang masih segar, tidak terganggu polusi, dan tentunya dalam suasana yang lebih damai. Dalam kondisi tersebut semua materi yang diberikan di setiap aktivitas para peserta dapat mudah dipahami, sehingga tujuan pun bisa dicapai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *