Sudah beberapa tahun terakhir ini menjelang masuknya tahun ajaran baru, pemerintah menerapkan ajakan bagi para orang tua untuk mengantar sekolah anaknya. Ajakan tersebut mendapat respon baik dari masyarakat. Kondisi itu seolah mengingatkan kembali bahwa peran orang tua sangatlah penting bagi pendidikan anak-anaknya. Bayangkan saja ketika masih berada dalam kandungan, saat baru dilahirkan hingga masa kecil, anak selalu mendapat pendidikan dari orang tuanya. Tapi ketika sudah masuk usia sekolah, orang tua seperti sedikit demi sedikit melepas peran tersebut. 

Semakin besar seorang anak, orang tua justru sepenuhnya melepaskan peran sebagai pendidik karena dianggap sekolah sudah cukup untuk menjalankan peran tersebut. Apalagi jika anak bersekolah dengan sistem full day school. Banyak orang tua yang beralasan bahwa tanggung jawabnya sudah sangat besar untuk membiayai pendidikan anak-anaknya, sehingga wajar jika tidak punya cukup waktu terlibat dalam pendidikan mereka. Para orang tua lebih menekankan bahwa tugas anak adalah belajar yang giat dan berprestasi, agar tidak mengecewakan orang tua yang mencari nafkah. 

Kini seiring dengan banyaknya anjuran pemerintah agar orang tua terlibat dalam pendidikan anak, maka  bermacam anggapan tersebut pun mulai ditinggalkan. Namun demikian para orang tua seringkali belum memahami dari mana seharusnya memulai keterlibatan dalam pendidikan anak. Berikut ini beberapa cara memulai keterlibatan orang tua pada pendidikan anak. 

  1. Mengetahui jadwal pelajaran anak di sekolah. Dengan mengetahui apa saja pelajaran yang diajarkan sekolah setiap harinya, orang tua dapat menanyakan aktivitas yang dilakukan anak dan tugas-tugas apa saja yang diberikan guru. Apalagi kebanyakan siswa tingkat SMP dan SMA tidak melaporkan adanya kelas kosong dimana guru berhalangan hadir. 
  2. Menjalin komunikasi dengan guru wali kelas. Di jaman komunikasi serba canggih saat ini, tidaklah sulit untuk berkomunikasi dengan siapapun termasuk guru. Dengan menjalin komunikasi dengan guru wali kelas anak, maka akan lebih mudah mengetahui perkembangan kemampuan belajar anak di sekolah.  
  3. Memantau perkembangan kemampuan akademik anak. Selain belajar di sekolah, penting juga untuk membiasakan anak-anak belajar di rumah. Karena biasanya sekolah seringkali memberikan tugas, maka orang tua harus menjalankan perannya untuk memastikan tugas tersebut diselesaikan dengan baik. Memeriksa nilai-nilai ulangan anak juga dapat dilakukan agar kemampuan akademik anak selalu terpantau. 
  4. Memantau perkembangan kepribadian anak. Caranya dengan melihat perkembangan anak dalam bersikap dan bertutur kata. Terkadang apa yang sudah diajarkan oleh orang tua saat anak masih belum memasuki usia sekolah, akan mudah berubah pada saat mereka bertambah usia dan bersosialisasi dengan lingkungan. Misalnya ketika masih kecil anak diajarkan untuk berbicara sopan, tapi menjadi berubah ketika sudah terkena pengaruh teman-temannya di sekolah. 

Apabila orang tua terlibat pada pendidikan anak, maka akan bersinergi antara pendidikan sekolah dan pendidikan dalam keluarga. Sebab selama usia sekolah, anak-anak lebih banyak menghabiskan waktunya di kedua lingkungan tersebut. Memaksimalkan peran keduanya dapat membantu mempermudah anak mewujudkan apa yang di cita-citakannya untuk masa depan kelak. 

*) Sumber : Kemendikbud


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *