“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya.”

Itulah kutipan kalimat yang disampaikan Presiden pertama RI, Ir.Soekarno, saat peringatan hari pahlawan 10 November 1961. Pernyataan itu seolah mengajak seluruh bangsa, untuk mengingat, menghargai dan belajar dari tokoh bangsa di masa lalu. Tujuannya adalah untuk membangun generasi muda Indonesia agar menjadi lebih baik.

Lantas bagaimana dengan kondisi generasi muda Indonesia saat ini?

full_j8CobuU5Banyak pemuda sudah mulai melupakan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia. Hal itu terlihat dari dijadikannya kebudayaan barat sebagai acuan untuk gaya hidup mereka. Jika kondisi tersebut dibiarkan, maka bukan tidak mungkin Indonesia akan kehilangan calon-calon penerus untuk melanjutkan pembangunan negeri ini.

Agar generasi muda tak lagi melupakan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia, terlebih dahulu perlu menumbuhkan rasa cinta mereka terhadap tanah air. Salah satunya dengan mengenal dan memahami sejarah Indonesia.

Melalui workshop kebangsaan atau sosialisasi nasionalisme Indonesia (SNI), diperkenalkan sejarah nasional Indonesia, kepada generasi muda, khususnya anak-anak usia sekolah. Dengan menghadirkan pembicara berpengalaman serta para saksi sejarah, workshop mampu menarik minat dan antusiasme untuk memahami sejarah.

Kegiatan SNI mengemban amanat 4 pilar kebangsaan, yang dicanangkan MPR-RI.

Dalam memperkenalkan sejarah perjuangan bangsa, dijabarkan bagaimana imperialisme dan kolonialisme yang pernah berkuasa, hingga diproklamirkannya kemerdekaan. Selanjutnya, disampaikan juga penjelasan mengenai jati diri bangsa yang sudah tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Karena sebagai bangsa yang sudah memproklamirkan kemerdekaannya, Indonesia diharapkan mampu menjadi bangsa mandiri untuk membangun bangsa sendiri, baik dari segi politik, ekonomi dan budaya.

Program SNI berlangsung dalam suasana santai namun tetap khidmat. Pada setiap jeda penyampaian materi, dimainkan lagu-lagu perjuangan dengan alat musik tradisional angklung, oleh siswa/i dari Home School Tunas Bangsa.

full_TLbgwAZh

Pada bagian akhir, Mayor Purnawirawan Margono menyampaikan beberapa pesan, sebagai pelaku dan saksi sejarah. Pria 89 tahun yang pernah menjadi tentara pelajar ini memberikan motivasi kepada generasi muda untuk meneruskan perjuangan para pahlawan, serta mempertahankan ideologi negara. Sebab perjuangan meraih kemerdekaan tidaklah mudah dicapai. Dia juga menyarankan agar para pemuda berhati-hati dengan perang modern, yang dapat mengancam terwujudnya cita-cita bangsa.

Penyelenggaraan Workshop Kebangsaan selalu mendapat tanggapan positif, baik dari  para siswa maupun guru-guru. Antusiasme siswa ditunjukkan dengan keaktifan mereka berinteraksi dengan pembicara dan narasumber, selama program berlangsung. Sementara para guru pun merasa terkesan.

Sebuah kutipan dari Franklin D.Roosevelt menyebutkan bahwa kita tidak selalu bisa membangun masa depan untuk generasi muda, tetapi kita dapat membangun generasi muda untuk masa depan, bisa menjadi harapan bagi terciptanya generasi muda Indonesia yang cinta tanah air. Dengan kecintaan itu, mereka mampu membangun negeri ini menjadi lebih baik di masa mendatang.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *