Perubahan karakter sering kali dialami seseorang yang sedang beranjak dari masa anak-anak ke masa dewasa, akibat pengaruh kondisi di lingkungan mereka. Di masa yang sering disebut masa remaja  itulah seseorang sering mengalami gejolak emosi akibat pengaruh perubahan berat, tinggi badan serta kondisi psikis. Namun disisi lain, usia remaja yang rentangnya antara 10 sampai 21 tahun itu masih masuk dalam usia mempelajari banyak hal sehingga dianggap sebagai masa yang tepat untuk menyerap berbagai pengetahuan dan informasi termasuk nilai-nilai pembentukan karakter.

Oleh sebab itu penting bagi remaja memperoleh pendidikan karakter baik dari keluarga, sekolah maupun masyarakat.  Di sekolah, pendidikan karakter dapat dilakukan melalui kegiatan organisasi termasuk ekstrakurikuler.

Berikut ini 5 organisasi dan kegiatan sekolah yang mengajarkan pendidikan karakter bagi siswa usia remaja :  

  1. Pramuka

perkemahan pramuka di citra alam lakeside ciputat

Kegiatan ini ada di semua tingkatan sekolah mulai dari SD hingga SMA. Secara umum Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana yang berarti jiwa muda yang suka berkarya. Organisasi  yang juga mendapat perhatian pemerintah ini memberikan pendidikan karakter terhadap para anggotanya seperti kebersamaan, kemandirian, solidaritas, kerjasama, serta mengajarkan beragam keterampilan yang bermanfaat.

  1. OSIS

upacara pelantikan osis SMP di sebuah sekolah

Merupakan singkatan dari Organisasi Intra Sekolah yang terdapat pada sekolah jenjang menengah yakni pertama dan atas. Organisasi ini berisi siswa-siswa terpilih dari masing-masing kelas. Sebagai satu-satunya wadah organisasi siswa yang sah di sekolah, Osis memiliki fungsi di bidang kesiswaan melalui berbagai kegiatan positif untuk menunjang kreatifitas serta mencetak generasi muda berkarakter yang bisa menjadi manusia bermanfaat.

  1. LDKS

kegiatan LDKS SMA di citra alam seaside anyer

LDKS atau Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa ini merupakan kegiatan yang menjadi salah satu program dari OSIS. Dalam LDKS, siswa diajarkan berbagai materi kepemimpinan serta pengembangan karakter. LDKS ada yang diikuti oleh seluruh siswa, ada juga yang hanya diikuti oleh para siswa calon pengurus OSIS. Materi yang diberikan seperti baris berbaris, kedisiplinan leadership, kemandirian, kreativitas, teamwork, dan materi tentang kebangsaan.

  1. Orientasi Siswa

kegiatan orientasi siswa di awal tahun ajaran

Kegiatan orientasi siswa merupakan sebuah kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah khususnya tingkat SMP dan SMA di setiap awal tahun ajaran untuk menyambut kedatangan para peserta didik baru. Kegiatan tersebut sempat menuai kontroversi karena banyak sekolah yang mengisinya dengan kegiatan menyerupai perploncoan siswa. Padahal jika mengacu pada tujuan sesuai Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2016, Masa Pengenalan Lingkungan salah satunya bermanfaat menumbuhkan perilaku positif siswa yakni kejujuran, kemandirian, menghormati keanekaragaman dan persatuan serta kedisiplinan. Oleh karena itu pemerintah pun dengan tegas memberlakukan sejumlah larangan atribut atau aktivitas tertentu, kepada sekolah yang tetap memberlakukan kegiatan orientasi siswa baru.

  1. Ekstrakurikuler

paskibraka impian remaja peserta ekskul paskib

Kegiatan non-pelajaran formal yang dilakukan peserta didik sekolah di luar jam belajar ini ada pada setiap jenjang pendidikan dengan tujuan agar siswa dapat mengembangkan kepribadian, bakat dan kemampuannya di berbagai bidang di luar akademik. Kegiatan ekstrakurikuler dapat mencakup bidang seni, olahraga, dan pengembangan kepribadian. Beberapa ekskul yang memberikan pendidikan karakter terhadap siswa seperti pramuka, paskibra, dan PMR.

Pendidikan di sekolah merupakan upaya memperkuat karakter siswa dengan mengembalikan marwah pendidikan berasas Ki Hadjar Dewantara yakni olah rasa, olah karsa, olah hati dan olah raga. Pemerintah sendiri memiliki program Penguatan Pendidikan Karakter  atau PPK untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati (etika dan spiritual), olah rasa (estetika), olah pikir (literasi dan numerasi dan olah raga (kinestetik) sesuai dengan falsafah pancasila.

Meski demikian, pendidikan karakter dan penguatannya di lingkungan sekolah dalah bentuk apapun tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa dibarengi oleh dukungan keluarga maupun lingkungan masyarakat. Sebab masa depan bangsa adalah tanggung jawab bersama.

*) dari berbagai sumber

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *