mengenal alam lewat kegiatan agro wisata

“Malu bertanya, sesat dijalan.”

Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan kalimat pribahasa diatas. Maknanya pun bisa bermacam-macam. Menurut wikiquote, pribahasa tersebut berarti segan bertanya maka kita akan rugi sendiri karena persoalan yang dihadapi tidak ditemukan jalan keluarnya. Pribahasa tersebut juga bisa memiliki arti yang sebenarnya. Misalnya, saat kita mencari alamat di wilayah yang tidak diketahui, apabila tidak bertanya maka kita akan tersesat.  Oleh karena itu bisa disimpulkan bahwa bertanya adalah cara yang paling tepat dan mudah untuk mengetahui hal yang belum diketahui. Siapa saja bisa menggunakan cara tersebut, termasuk anak-anak.

Menurut Praktisi Pendidikan Anak, Ayah Edy saat anak bertanya maka satu syaraf kecerdasan dalam otaknya sedang bertumbuh. Dari setiap jawaban yang diperoleh anak dari pertanyaannya itu akan terekam oleh syaraf kecerdasannya dan kemudian dapat membuatnya tumbuh lagi seperti cabang pohon. Jika anak sudah puas dengan jawaban atas rasa keingintahuannya itu, maka syaraf kecerdasannya telah tumbuh sempurna.

“Tapi jika orang tua malas menjawabnya, maka syarafnya berhenti tumbuh dan parahnya ketika kita membentaknya dengan kata keras seperti, Diam…cerewet amat sih kamu…, maka perlahan-lahan syarafnya mogok bertumbuh dan mati,” tegas Ayah Edy.

warna warni pertanyaan

Setiap anak, kata Ayah Edy, dikaruniai jumlah syaraf yang kurang lebih sama oleh Tuhan di dalam otaknya. Namun apakah modal dasar yang sama itu akan terus berkembang pesat atau menyusut bahkan mati, tergantung dari respon para orang tua terhadap setiap pertanyaan anak.

Seringkali orang tua memberikan respon yang kurang benar terhadap pertanyaan anak, karena bingung bagaimana caranya agar jawaban mudah dipahami. Agar para orang tua selalu dapat merespon pertanyaan anak dengan baik, bisa melakukan 5 langkah berikut ini :

  1. Gunakan kalimat sederhana

Karena kemampuan berbahasa anak berbeda-beda, apalagi jika masih balita, maka kalimat yang digunakan adalah kalimat sederhana. Misalnya saat anak menanyakan nama binatang, bisa menggunakan kalimat ,”itu namanya ayam”. Hindari kalimat panjang yang akan membingungkan anak.

  1. Hargai pertanyaan anak

Saat memberikan jawaban atas pertanyaan anak, berikan senyuman, pandang wajah dan tataplah matanya. Sikap tersebut menunjukkan bahwa orang tua senang mendengar dan menjawab pertanyaan anak. Dengan demikian akan mudah bagi anak untuk memahami jawaban dari pertanyaannya.

bermain pertanyaan dengan anak-anak

  1. Ingatkan kembali

Anak-anak biasanya pernah atau sering menanyakan kembali pertanyaan yang pernah ia tanya. Tetaplah berikan jawaban yang baik dengan mengajak anak mengingatkan kembali apa yang pernah ditanyanya. Berikan bantuan dengan huruf atau suku kata pertamanya.

  1. Buat anak menjadi tenang

Pertanyaan yang disampaikan anak seringkali diliputi rasa takut dan sedih. Contohnya saat orang tua akan berangkat kerja, anak bertanya, “ayah mau kemana?”. Berilah jawaban yang menenangkan seperti, “ayah mau kerja dulu ya, nanti pulang kerja kita main lagi.” Jawaban tersebut selain membuat anak menjadi lebih tenang, juga tidak membuatnya bertanya terus menerus.

  1. Memberi jawaban dengan melatih keberanian

Terkadang anak menanyakan sesuatu yang jawabannya juga tidak diketahui orangtuanya. Misalnya saat sedang berjalan-jalan di mal, anak menanyakan salah satu benda di toko yang kita sendiri juga tidak tahu namanya. Sampaikan pada anak bahwa kita juga tidak mengetahui jawabannya, lalu mintalah anak untuk bertanya langsung kepada penjaga toko. Dengan begitu, anak akan lebih mudah mengetahui jawabannya sekaligus memiliki keberanian dan rasa percaya diri untuk bertanya pada orang lain.

Bagi anak, bertanya tidak hanya menjadi cara untuk menjawab rasa keingintahuannya. Tanpa disadari dengan bertanya, anak juga akan berani dan percaya diri. Semuanya itu sangat bermanfaat bagi pembangunan karakternya ketika beranjak dewasa nanti.    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *