Sebagai tempat wisata yang menerima jasa pelayanan bukan hanya pelayanannya saja yang harus diutamakan namun juga kebersihan wisata harus tetap dijaga demi kenyamanan customer. Kebersihan seringkali menjadi salah satu masalah yang mengganggu di kawasan wisata, yang awalnya customer bisa menikmati pemandangan yang indah tapi karena sampah keindahan tempat wisata pun berkurang. Padahal setiap customer atau pengunjung menginginkan pelayanan terbaik dan memuaskan.

Itu lah kenapa menjaga kebersihan di lingkungan wisata sangat penting agar pengunjung pun tidak komplain terhadap pihak pengelola. Seindah apapun view wisata tapi jika banyak sampah berserakan pasti akan mengurangi keindahan dan pastinya mengganggu kenyamanan setiap orang yang ada disana. Namun bukan hanya pihak pengelola wisata saja yang harus bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan setiap sudut area yang dikelolanya, pengunjung pun juga perlu ikut serta menjaga kebersihan. Menyadari pentingnya menumbuhkan rasa cinta kebersihan terhadap tempat wisata  karena kebersihan juga  adalah sebagian dari iman, berikut 4 cara menjaga kebersihan lingkungan wisata:

1. Membuat jadwal rutin untuk melakukan maintenance

Cara ini menjadi tanggung jawab pihak pengelola lokasi wisata yang dimulai dengan membuat jadwal rutin misalnya dengan melakukan kerja bakti. Buat jadwal yang pas sehingga semua pihak divisi  terkait bisa ikut serta melakukan program maintenance tersebut. Setiap orang diberikan tugas masing-masing sehingga memiliki tanggung jawab sendiri-sendiri.

2. Membersihkan lingkungan wisata setiap hari

Setelah dibuat jadwal rutin setidaknya setiap hari lingkungan wisata harus selalu dibersihkan termasuk memotong rumput dan membersihkan pepohonan dari daun-daun kering. Lingkungan yang bersih tentunya akan memberikan kenyamanan bagi setiap pengunjung bahkan mereka akan betah berlama-lama disana.

Menyapu di Citra Alam Seaside

3. Membiasakan membuang sampah pada tempatnya.

Cara ini berlaku bagi siapa saja, baik pihak pengelola maupun pengunjung. Membiasakan membuang sampah di tempat sampah bisa dimulai dari diri sendiri. Pengelola dapat membuat peraturan yang ketat untuk tidak membuang sampah sembarangan, misalnya dengan memberlakukan denda serta menempatkan petugas di sejumlah titik untuk melakukan pemantauan. Dengan membiasakan membuang sampah pada tempatnya, merupakan langkah awal untuk menanggulangi penumpukan sampah.

4. Memisahkan tempat sampah antara sampah organik dan non organik.

Langkah selanjutnya yang juga dapat dilakukan adalah  memisahkan sampah dengan menyediakan dua tempat sampah. Dengan membedakan sampah organik dan non organik, akan memudahkan pengelolaan sampah sekaligus sebagai upaya untuk melestarikan lingkungan. Sampah organik bisa dimanfaatkan menjadi pupuk, sedangkan sampah non organik dapat diubah menjadi bahan kerajinan atau barang lain yang bisa dipakai.

Demi memberikan pelayanan dan kenyamanan terbaik kepada pengunjung. Mari bekerja sama menjaga kebersihan di lingkungan wisata.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *